Distribusi Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Belum Dibuka

KRATON, Radar Bromo – Kendati sudah awal tahun 2020, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan masih belum mendapatkan informasi terkait kembali beroperasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Alhasil, 2 SPBN di Kabupaten Pasuruan masih mangkrak.

Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, sampai sekarang belum ada kejelasan terkait akan beroperasinya kembali SPBN di Kabupaten Pasuruan. Ini lantaran distribusi solar bersubsidi memang sementara dihentikan oleh Kementerian ESDM.

“Hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan saja. Tapi di semua daerah. Dimana untuk solar bersubsidi di SPBN memang distop sementara oleh Kementerian ESDM sejak Mei 2019 lalu,” terangnya.

Dinas Perikanan juga tak mengetahui alasan mengapa solar tidak lagi didistribusikan ke SPBN sejak Mei 2019 lalu. Sehingga 2 SPBN di yaitu di Kraton dan Lekok sudah tidak beroperasi lagi. Akibatnya nelayan sekitar terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli solar bersubsidi di SBPU terdekat.

Harga solar bersubsidi sama seperti di SPBU. Namun nelayan tetap harus membeli lebih jauh. “Mau tidak mau terpaksa nelayan membeli di SPBU, karena memang lebih jauh dari SPBN sehingga ada biaya transportasi lagi,” terangnya.

Dinas Perikanan masih menunggu rekomendasi kembali pembukaan SPBN. Termasuk dari AKR selaku pengelola di 2 SPBN Kabupaten Pasuruan juga sudah mengajukan surat permintaan agar solar didistribusikan lagi ke SPBN di daerah. (eka/fun)