alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Libatkan Napi saat Benahi Teralis di Lapas Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Setiap sudut Lapas IIB Pasuruan terus dicek. Hal itu untuk mengantisipasi adanya tahanan kabur. Pihak Lapas bahkan memperbaiki beberapa bagian yang sudah rusak dengan melibatkan warga binaan.

Kalapas Pasuruan Wahyu Indarto mengatakan, pengecekan selalu dilakukan. Di antaranya dengan mengecek kondisi teralis besi yang ada setiap jendela dan pintu kamar blok hunian. Pihaknya juga mengecek kondisi gembok masing-masing blok untuk memastikan kondisinya masih layak.

Dia menjelaskan, memang ada beberapa bagian bangunan yang sudah perlu diperbaiki. Seperti kondisi dinding yang berlubang hingga teralis yang perlu direkatkan lagi. “Kami pastikan agar kondisi blok yang ada tetap aman,” terangnya.

Menurut Wahyu, pihaknya sengaja melibatkan warga binaan dalam perbaikan. Sebab mereka telah mendapatkan pelatihan konstruksi dan pengelasan beberapa waktu lalu. Hal itu juga sekaligus dimaksudkan agar warga binaan memiliki kemampuan sebagai bekal setelah menghirup udara bebas nanti.

“Perbaikan ini dilakukan untuk meminimalisir dan mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di Lapas dengan adanya beberapa kasus pelarian dan perusakan yang ada di salah satu Lapas di Jatim,” pungkasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Setiap sudut Lapas IIB Pasuruan terus dicek. Hal itu untuk mengantisipasi adanya tahanan kabur. Pihak Lapas bahkan memperbaiki beberapa bagian yang sudah rusak dengan melibatkan warga binaan.

Kalapas Pasuruan Wahyu Indarto mengatakan, pengecekan selalu dilakukan. Di antaranya dengan mengecek kondisi teralis besi yang ada setiap jendela dan pintu kamar blok hunian. Pihaknya juga mengecek kondisi gembok masing-masing blok untuk memastikan kondisinya masih layak.

Dia menjelaskan, memang ada beberapa bagian bangunan yang sudah perlu diperbaiki. Seperti kondisi dinding yang berlubang hingga teralis yang perlu direkatkan lagi. “Kami pastikan agar kondisi blok yang ada tetap aman,” terangnya.

Menurut Wahyu, pihaknya sengaja melibatkan warga binaan dalam perbaikan. Sebab mereka telah mendapatkan pelatihan konstruksi dan pengelasan beberapa waktu lalu. Hal itu juga sekaligus dimaksudkan agar warga binaan memiliki kemampuan sebagai bekal setelah menghirup udara bebas nanti.

“Perbaikan ini dilakukan untuk meminimalisir dan mengantisipasi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di Lapas dengan adanya beberapa kasus pelarian dan perusakan yang ada di salah satu Lapas di Jatim,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/