Dorong Penerapan E-Retribusi di Semua Pasar Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Belum seluruhnya pasar daerah di Kabupaten Pasuruan menerapkan e-retribusi. Dari 14 pasar daerah yang ada, baru empat yang menerapkannya.

Keempat pasar daerah itu adalah Pasar Nguling, Pasar Warungdowo, Pasar Purwosari, dan Pasar Sukorejo. Kondisi itu pun menjadi perhatian DPRD setempat. Dewan pun mendorong agar ada percepatan dalam penerapan e-retribusi di setiap pasar daerah.

Hal itu diungkapkan Sugiarto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia menyampaikan, penerapan e-retribusi sudah seharusnya diterapkan di semua pasar. Hal ini untuk memastikan tidak adanya kebocoran dalam pemungutan retribusi tersebut.

Sehingga, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapatkan dari retribusi pasar daerah, bisa menanjak. “Penerapan e-retribusi sangat perlu dilakukan di pasar-pasar daerah. Supaya, mencegah kebocoran pemungutan,” kata Sugiarto.

Karena itulah, pihaknya mendorong Pemkab agar penerapan e-retribusi pasar daerah bisa direalisasikan sepenuhnya di pasar. “Kami harap agar semua pasar daerah menerapkan e-retribusi,” sambung dia.

Senada diungkapkan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Elyas. Menurut Elyas, beberapa kendala dalam penerapan e-retribusi memang ada. Seperti keterbatasan tenaga dalam pemungutan. Karena pemungutan tersebut melibatkan petugas perbankan.

Namun, pihaknya berharap agar kendala-kendala itu bisa diatasi. Sehingga, penerapan e-retribusi bisa dijalankan di semua pasar. “Setiap kendala, pastinya kan ada jalan keluarnya. Kami minta kendala yang ada tidak menjadi beban. Sehingga, penerapan e-retribusi itu bisa dijalankan semuanya di pasar daerah,” tambahnya.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto, e-retribusi pasar bakal diterapkan di semua pasar. Bahkan, tahun ini ditargetkan bisa merambah 12 pasar daerah.

Beberapa kendala memang sempat menghambat. Seperti petugas yang melakukan pemungutan karena harus menyertakan mesin EDC. “Namun, kami akan menerapkan sistem barcode, supaya mempermudah dalam pemungutan,” jelasnya. (one/mie)