alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Sandang Ayu Hanya Buka Swalayan saat PPKM Darurat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sebagian warga Kota Pasuruan bertanya-tanya, mengapa Sandang Ayu Departement Store tetap buka. Padahal, posisinya berada di dekat Alun-Alun Kota yang menjadi fokus penyekatan. Ternyata yang buka hanya bagian swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Pertanyaan warga kota itu mencuat karena ketatnya aturan penyekatan. Restoran diminta hanya melayani take a way. Warung-warung harus tutup pukul 20.00. ”Katanya pusat perbelanjaan di Jalan Niaga ditutup. Saya lihat Sandang Ayu kok tetap buka ya,” kata Adit, warga Panggungrejo. Dia bahkan lewat di depan toko tersebut dan melihat ada pembeli masuk dan keluar.

Sekitar kawasan alun-alun terlihat sepi selama PPKM darurat. Simpang PLN lama dan simpang Kumala ditutup dengan water barrier. Namun, saat melintasi sekitar alun alun, dia melihat toko tersebut buka.

Manajer Operasional Sandang Ayu Department Store Dwi Wahyu Setyorini memastikan tokonya taat pada aturan pemerintah. Selama pemberlakuan PPKM darurat, manajemen memang menutup bagian store yang menjual pakaian. Sebagian pegawai yang melayani bagian ini pun diliburkan sementara. Ada sekuriti yang selalu menginformasikan kepada pengunjung bahwa store ditutup selama PPKM.

Pelayanan yang dibuka selama PPKM hanya toko swalayan. Bagian ini menjual kebutuhan rumah tangga, seperti gula, minyak, atau kecap. Namun, operasionalnya tetap mengikuti aturan protokoler kesehatan (prokes). Pembeli harus selalu menggunakan masker. Jam bukanya pun menyesuaikan aturan pemerintah. Mulai pukul 08.00 hingga 20.00.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, prinsipnya, yang diperbolehkan itu pusat perbelanjaan yang memiliki akses ke restoran atau penjualan makanan. Satgas setiap hari memantau, berkeliling, dan mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan PPKM darurat.

Mulai Senin, ada pemberlakuan sanksi. Tahap awal diberikan bagi perusahaan sektor nonesensial yang masih memerintahkan pegawainya untuk work from office (WFO). Termasuk, kafe dan warung yang buka di atas pukul 20.00 serta melayani makan di tempat. ”Jika masih membandel akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa pidana atau denda,” katanya. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sebagian warga Kota Pasuruan bertanya-tanya, mengapa Sandang Ayu Departement Store tetap buka. Padahal, posisinya berada di dekat Alun-Alun Kota yang menjadi fokus penyekatan. Ternyata yang buka hanya bagian swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Pertanyaan warga kota itu mencuat karena ketatnya aturan penyekatan. Restoran diminta hanya melayani take a way. Warung-warung harus tutup pukul 20.00. ”Katanya pusat perbelanjaan di Jalan Niaga ditutup. Saya lihat Sandang Ayu kok tetap buka ya,” kata Adit, warga Panggungrejo. Dia bahkan lewat di depan toko tersebut dan melihat ada pembeli masuk dan keluar.

Sekitar kawasan alun-alun terlihat sepi selama PPKM darurat. Simpang PLN lama dan simpang Kumala ditutup dengan water barrier. Namun, saat melintasi sekitar alun alun, dia melihat toko tersebut buka.

Manajer Operasional Sandang Ayu Department Store Dwi Wahyu Setyorini memastikan tokonya taat pada aturan pemerintah. Selama pemberlakuan PPKM darurat, manajemen memang menutup bagian store yang menjual pakaian. Sebagian pegawai yang melayani bagian ini pun diliburkan sementara. Ada sekuriti yang selalu menginformasikan kepada pengunjung bahwa store ditutup selama PPKM.

Pelayanan yang dibuka selama PPKM hanya toko swalayan. Bagian ini menjual kebutuhan rumah tangga, seperti gula, minyak, atau kecap. Namun, operasionalnya tetap mengikuti aturan protokoler kesehatan (prokes). Pembeli harus selalu menggunakan masker. Jam bukanya pun menyesuaikan aturan pemerintah. Mulai pukul 08.00 hingga 20.00.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, prinsipnya, yang diperbolehkan itu pusat perbelanjaan yang memiliki akses ke restoran atau penjualan makanan. Satgas setiap hari memantau, berkeliling, dan mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan PPKM darurat.

Mulai Senin, ada pemberlakuan sanksi. Tahap awal diberikan bagi perusahaan sektor nonesensial yang masih memerintahkan pegawainya untuk work from office (WFO). Termasuk, kafe dan warung yang buka di atas pukul 20.00 serta melayani makan di tempat. ”Jika masih membandel akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa pidana atau denda,” katanya. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/