alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Target PAD dari Sektor Wisata di Kab Pasuruan Baru Capai Rp 50 Juta

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo– Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata benar-benar berat. Pemkab Pasuruan terengah-engah dalam mencapai targetnya. Hingga pertengahan 2021 ini, perolehan PAD dari sektor wisata jauh dari harapan.

Pandemi Covid-19 menjadi alasan. Selain itu, belum semua destinasi wisata dioperasikan. Sebut saja Banyubiru yang hingga kini tertutup untuk umum. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengungkapkan, target PAD sektor wisata tahun ini Rp 750 juta.

Angka tersebut diproyeksikan bisa diperoleh dari tiga sektor wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan. Yaitu, Pemandian Alam Banyubiru, Gunung Bromo, serta Danau Ranu Grati. Sayangnya, upaya mengejar target PAD itu memang sulit. Hingga pertengahan tahun ini, target baru terealisasi sekitar Rp 50 juta.

”Masih jauh. Kami masih berusaha mengejarnya,” beber Eka Wara.

Menurut dia, beberapa hal menjadi kendala. Salah satunya, belum beroperasinya Banyubiru untuk wisatawan. Sebab, konsepnya masih dalam perencanaan menuju wisata halal. Belum lagi pandemi. Ada pembatasan masuk kawasan wisata. Hanya diperkenankan 50 persen dari kapasitas.

Termasuk, penutupan wisata. Seperti wilayah Gunung Bromo. Penutupan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga berandil besar terhadap minimnya pendapatan. ”Pandemi Covid-19 memang berdampak. Pembatasan memengaruhi tingkat kunjungan,” papar Eka di sela-sela kegiatan dengan Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan.

Rendahnya perolehan PAD dari sektor wisata ini menjadi perhatian legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mengakui, ada dilema di tengah pandemi Covid-19. Kalau kunjungan sektor wisata ramai, akan menjadi masalah. Begitu juga ketika sepi. Akan bermasalah pada pendapatan.

Namun, tegas dia, pemkab harus terus berinovasi. Maksimalkan potensi yang ada supaya bisa mengejar target PAD dengan sisa waktu yang tersedia. ”Gencarkan promosi wisata dan upaya lain. Supaya, gairah sektor wisata di Kabupaten Pasuruan bisa meningkat,” jelasnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo– Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata benar-benar berat. Pemkab Pasuruan terengah-engah dalam mencapai targetnya. Hingga pertengahan 2021 ini, perolehan PAD dari sektor wisata jauh dari harapan.

Pandemi Covid-19 menjadi alasan. Selain itu, belum semua destinasi wisata dioperasikan. Sebut saja Banyubiru yang hingga kini tertutup untuk umum. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengungkapkan, target PAD sektor wisata tahun ini Rp 750 juta.

Angka tersebut diproyeksikan bisa diperoleh dari tiga sektor wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan. Yaitu, Pemandian Alam Banyubiru, Gunung Bromo, serta Danau Ranu Grati. Sayangnya, upaya mengejar target PAD itu memang sulit. Hingga pertengahan tahun ini, target baru terealisasi sekitar Rp 50 juta.

Mobile_AP_Half Page

”Masih jauh. Kami masih berusaha mengejarnya,” beber Eka Wara.

Menurut dia, beberapa hal menjadi kendala. Salah satunya, belum beroperasinya Banyubiru untuk wisatawan. Sebab, konsepnya masih dalam perencanaan menuju wisata halal. Belum lagi pandemi. Ada pembatasan masuk kawasan wisata. Hanya diperkenankan 50 persen dari kapasitas.

Termasuk, penutupan wisata. Seperti wilayah Gunung Bromo. Penutupan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga berandil besar terhadap minimnya pendapatan. ”Pandemi Covid-19 memang berdampak. Pembatasan memengaruhi tingkat kunjungan,” papar Eka di sela-sela kegiatan dengan Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan.

Rendahnya perolehan PAD dari sektor wisata ini menjadi perhatian legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mengakui, ada dilema di tengah pandemi Covid-19. Kalau kunjungan sektor wisata ramai, akan menjadi masalah. Begitu juga ketika sepi. Akan bermasalah pada pendapatan.

Namun, tegas dia, pemkab harus terus berinovasi. Maksimalkan potensi yang ada supaya bisa mengejar target PAD dengan sisa waktu yang tersedia. ”Gencarkan promosi wisata dan upaya lain. Supaya, gairah sektor wisata di Kabupaten Pasuruan bisa meningkat,” jelasnya. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2