alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Polisi Survei KTL Jalan Pahlawan-Black Spot Raya Rejoso

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Jalan Pahlawan dan Jalan Raya Rejoso menjadi perhatian kepolisian. Polda Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas Polres Pasuruan Kota mencermati kondisi kedua jalur protokol tersebut.

Jalan Pahlawan merupakan kawasan tertib lalu lintas (KTL) di kawasan Kota Pasuruan. Adapun Jalan Raya Rejoso adalah jalur rawan kecelakaan (black spot) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo menjelaskan, survei KTL dan black spot itu dilakukan pada Rabu (9/6). Untuk survei KTL, Ditlantas melihat sudah cukup bagus sarana dan prasarana di Jalan Pahlawan. Rambu-rambu, markah, maupun penempatan personel di jalur tengah kota itu sangat baik.

Namun, di lokasi itu masih dibutuhkan tambahan halte. ”Penambahan halte oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan perlu untuk memperlancar arus lalin,” ungkapnya.

Bagaimana halnya dengan jalur black spot Rejoso? Titik paling rawan kecelakaan ada di Jalan Raya Rejoso, kawasan Desa Arjosari. Di sana sering terjadi laka lantas. Penyebabnya rata-rata adalah human error. Pengemudi mengantuk, kurang hati-hati, atau melanggar rambu dan markah sehingga mengakibatkan kecelakaan.

”Imbauan agar menaati rambu dan markah sudah dilakukan berkali-kali. Patroli petugas pun gencar,” tambah Breni.

Sementara itu, Kabid Lalin Dishub Kota Pasuruan Andriyanto menjelaskan, dinasnya memang berencana menambah halte di KTL Jalan Pahlawan pada 2021 ini. Tujuannya, mendukung wisata nasional Gunung Bromo sesuai permintaan Kementerian Pariwisata. Jalan Pahlawan merupakan salah satu rute transportasi wisatawan menuju Bromo.

”Saat ini kami kaji halte di sekitar Jalan Pahlawan. Nanti pengadaannya dilakukan oleh pusat karena ini masuk program nasional,” terang Andriyanto. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Jalan Pahlawan dan Jalan Raya Rejoso menjadi perhatian kepolisian. Polda Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas Polres Pasuruan Kota mencermati kondisi kedua jalur protokol tersebut.

Jalan Pahlawan merupakan kawasan tertib lalu lintas (KTL) di kawasan Kota Pasuruan. Adapun Jalan Raya Rejoso adalah jalur rawan kecelakaan (black spot) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo menjelaskan, survei KTL dan black spot itu dilakukan pada Rabu (9/6). Untuk survei KTL, Ditlantas melihat sudah cukup bagus sarana dan prasarana di Jalan Pahlawan. Rambu-rambu, markah, maupun penempatan personel di jalur tengah kota itu sangat baik.

Namun, di lokasi itu masih dibutuhkan tambahan halte. ”Penambahan halte oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan perlu untuk memperlancar arus lalin,” ungkapnya.

Bagaimana halnya dengan jalur black spot Rejoso? Titik paling rawan kecelakaan ada di Jalan Raya Rejoso, kawasan Desa Arjosari. Di sana sering terjadi laka lantas. Penyebabnya rata-rata adalah human error. Pengemudi mengantuk, kurang hati-hati, atau melanggar rambu dan markah sehingga mengakibatkan kecelakaan.

”Imbauan agar menaati rambu dan markah sudah dilakukan berkali-kali. Patroli petugas pun gencar,” tambah Breni.

Sementara itu, Kabid Lalin Dishub Kota Pasuruan Andriyanto menjelaskan, dinasnya memang berencana menambah halte di KTL Jalan Pahlawan pada 2021 ini. Tujuannya, mendukung wisata nasional Gunung Bromo sesuai permintaan Kementerian Pariwisata. Jalan Pahlawan merupakan salah satu rute transportasi wisatawan menuju Bromo.

”Saat ini kami kaji halte di sekitar Jalan Pahlawan. Nanti pengadaannya dilakukan oleh pusat karena ini masuk program nasional,” terang Andriyanto. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/