alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Jualan di Trotoar, Warung Liar di Bugul Lor Dibongkar Satpol PP

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Trotoar seharusnya menjadi sarana bagi para pejalan kaki. Namun, sebagian ternyata ditempati warung untuk berjualan. Membangunnya tanpa izin.

Di Kelurahan Bugul Lor, Panggungrejo, sebuah warung dengan bangunan semipermanen berdiri di atas trotoar jalan. Jalur pedestrian itu tidak berfungsi. Pejalan kaki yang semestinya bisa lewat terhalang.

Karenanya, warung milik warga Jalan Cemara itu dibongkar pada Rabu (9/6). Banyak pihak yang turun membongkar bangunan warung. Belasan petugas gabungan terlibat. Ada petugas Satpol PP, kepolisian, dan pegawai kelurahan setempat.

”Pembongkaran dilakukan agar kawasan tersebut lebih tertib. Trotoar bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Yanuar menegaskan, pembongkaran dilakukan karena bangunan warung  itu melanggar aturan. Dalam Perda Nomor 5/2003 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dijelaskan, trotoar dibangun sebagai akses pejalan kaki. Tidak boleh berdiri bangunan apa pun di sana.

”Kami juga tidak serta-merta membongkar,” bebernya.

Sebelumnya, pemerintah kelurahan melakukan upaya preventif. Pemilik warung dipanggil ke kantor kelurahan. ”Yang bersangkutan tidak mengindahkan langkah preventif. Sehingga kami bongkar,” ungkap dia.

Yanuar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas trotoar. Petugas akan terus berpatroli. Apabila ditemukan pelanggaran serupa, bangunan seperti itu pasti dibongkar juga.

”Tentu kami berharap kesadaran masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas fasilitas publik,” pungkasnya. (tom/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Trotoar seharusnya menjadi sarana bagi para pejalan kaki. Namun, sebagian ternyata ditempati warung untuk berjualan. Membangunnya tanpa izin.

Di Kelurahan Bugul Lor, Panggungrejo, sebuah warung dengan bangunan semipermanen berdiri di atas trotoar jalan. Jalur pedestrian itu tidak berfungsi. Pejalan kaki yang semestinya bisa lewat terhalang.

Karenanya, warung milik warga Jalan Cemara itu dibongkar pada Rabu (9/6). Banyak pihak yang turun membongkar bangunan warung. Belasan petugas gabungan terlibat. Ada petugas Satpol PP, kepolisian, dan pegawai kelurahan setempat.

”Pembongkaran dilakukan agar kawasan tersebut lebih tertib. Trotoar bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah.

Yanuar menegaskan, pembongkaran dilakukan karena bangunan warung  itu melanggar aturan. Dalam Perda Nomor 5/2003 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dijelaskan, trotoar dibangun sebagai akses pejalan kaki. Tidak boleh berdiri bangunan apa pun di sana.

”Kami juga tidak serta-merta membongkar,” bebernya.

Sebelumnya, pemerintah kelurahan melakukan upaya preventif. Pemilik warung dipanggil ke kantor kelurahan. ”Yang bersangkutan tidak mengindahkan langkah preventif. Sehingga kami bongkar,” ungkap dia.

Yanuar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas trotoar. Petugas akan terus berpatroli. Apabila ditemukan pelanggaran serupa, bangunan seperti itu pasti dibongkar juga.

”Tentu kami berharap kesadaran masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas fasilitas publik,” pungkasnya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/