alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Gelar Lomba Membatik

PASURUAN, Radar Bromo – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Selasa (10/5) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menggelar Lomba Membatik. Lomba ini diikuti 30 peserta dari SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Pasuruan.

Lomba membatik ini digelar rutin setiap tahun. Kendati sempat vakum karena pandemi, kurun 2 tahun terakhir kembali digelar. Tahun ini Lomba Batik mengambil tema “Cinta Batik Pesisir” sehingga bisa muncul motif baru yang inovatif untuk mengembangkan kreasi batik di Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan bahwa kegiatan rutin lomba batik ini adalah untuk mengembangkan jiwa seni. Selain itu memberikan pesan agar generasi muda khususnya Kota Pasuruan terus mencintai batik.

SAMBUTAN: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan H. Mualif Arif, S.Sos, MM memberikan motivasi agar generasi muda bisa menciptakan inovasi motif batik khas Kota Pasuruan. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Lomba batik ini adalah salah satu usaha menjaga kelestarian dan kecintaan kita akan batik. Terutama dengan Tema Cinta Batik Pesisir, agar bisa memunculkan batik khas Kota Pasuruan yang memiliki kearifan lokal,” terangnya.

Selain itu, dengan munculnya motif baru yang inovatif diharapkan mampu menumbuh kembangkan kreatifitas perajin batik Kota Pasuruan secara berkelanjutan. “Termasuk memunculkan generasi-generasi pembatik muda milenial,” tambahnya. Lomba membatik ini juga dalam melaksanakan Kurikulum baru yaitu Merdeka Belajar.

PASURUAN, Radar Bromo – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Selasa (10/5) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan menggelar Lomba Membatik. Lomba ini diikuti 30 peserta dari SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Pasuruan.

Lomba membatik ini digelar rutin setiap tahun. Kendati sempat vakum karena pandemi, kurun 2 tahun terakhir kembali digelar. Tahun ini Lomba Batik mengambil tema “Cinta Batik Pesisir” sehingga bisa muncul motif baru yang inovatif untuk mengembangkan kreasi batik di Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan bahwa kegiatan rutin lomba batik ini adalah untuk mengembangkan jiwa seni. Selain itu memberikan pesan agar generasi muda khususnya Kota Pasuruan terus mencintai batik.

SAMBUTAN: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan H. Mualif Arif, S.Sos, MM memberikan motivasi agar generasi muda bisa menciptakan inovasi motif batik khas Kota Pasuruan. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

“Lomba batik ini adalah salah satu usaha menjaga kelestarian dan kecintaan kita akan batik. Terutama dengan Tema Cinta Batik Pesisir, agar bisa memunculkan batik khas Kota Pasuruan yang memiliki kearifan lokal,” terangnya.

Selain itu, dengan munculnya motif baru yang inovatif diharapkan mampu menumbuh kembangkan kreatifitas perajin batik Kota Pasuruan secara berkelanjutan. “Termasuk memunculkan generasi-generasi pembatik muda milenial,” tambahnya. Lomba membatik ini juga dalam melaksanakan Kurikulum baru yaitu Merdeka Belajar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/