alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ada Penyakit Mulut dan Kuku, Peternak Sapi di Prigen Waswas

PRIGEN, Radar Bromo – Para pemilik sapi di Dusun Dinoyo, Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, sedang resah. Sebab, sapi-sapi mereka mengeluarkan lendir dari mulut. Dikhawatirkan, hewan ternak itu terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

”Sapi saya dan milik warga dusun ini mengeluarkan lendir. Badannya sehat. Nafsu makan berkurang. Kejadian ini mulai sebelum Lebaran,” beber Sulistiyono, seorang pemilik sapi.

Menurut dia, awalnya kondisi itu terlihat di belasan sapi ternak. Namun, saat ini, sekitar 80 ekor sapi mengalaminya. Melihat gejalanya, mereka menduga sapi itu terjangkit penyakit PMK. Kasun Dinoyo Hariyanto membenarkan bahwa sapinya juga mengalami gejala tersebut. Kakinya aman. Hanya mulutnya yang terserang.

Pemerintah desa setempat sudah melaporkan kejadian ini ke mantri peternakan. Sudah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan. Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan dan Pemprov Jatim datang ke lokasi.

”Hasil labnya belum turun. Masih menunggu,” tuturnya. Pemilik sapi yang mulutnya berlendir diberi vitamin dan cairan disinfektan untuk disemprotkan ke kandang ternak.

Munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjadi perhatian legislatif. DPRD berharap penyakit itu bisa diantisipasi. Supaya tidak semakin menyerang sapi-sapi lain.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fauzi mengaku belum memperoleh aduan langsung terkait penularan PMK pada sapi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Beberapa hewan sapi disebut-sebut sudah suspect. Dia meminta Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan lebih tanggap. Penularan dan mata rantai penyebaran penyakit tersebut harus diputus.

PRIGEN, Radar Bromo – Para pemilik sapi di Dusun Dinoyo, Desa Sekarjoho, Kecamatan Prigen, sedang resah. Sebab, sapi-sapi mereka mengeluarkan lendir dari mulut. Dikhawatirkan, hewan ternak itu terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

”Sapi saya dan milik warga dusun ini mengeluarkan lendir. Badannya sehat. Nafsu makan berkurang. Kejadian ini mulai sebelum Lebaran,” beber Sulistiyono, seorang pemilik sapi.

Menurut dia, awalnya kondisi itu terlihat di belasan sapi ternak. Namun, saat ini, sekitar 80 ekor sapi mengalaminya. Melihat gejalanya, mereka menduga sapi itu terjangkit penyakit PMK. Kasun Dinoyo Hariyanto membenarkan bahwa sapinya juga mengalami gejala tersebut. Kakinya aman. Hanya mulutnya yang terserang.

Pemerintah desa setempat sudah melaporkan kejadian ini ke mantri peternakan. Sudah dilakukan pengecekan dan pemeriksaan. Petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan dan Pemprov Jatim datang ke lokasi.

”Hasil labnya belum turun. Masih menunggu,” tuturnya. Pemilik sapi yang mulutnya berlendir diberi vitamin dan cairan disinfektan untuk disemprotkan ke kandang ternak.

Munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjadi perhatian legislatif. DPRD berharap penyakit itu bisa diantisipasi. Supaya tidak semakin menyerang sapi-sapi lain.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fauzi mengaku belum memperoleh aduan langsung terkait penularan PMK pada sapi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Beberapa hewan sapi disebut-sebut sudah suspect. Dia meminta Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan lebih tanggap. Penularan dan mata rantai penyebaran penyakit tersebut harus diputus.

MOST READ

BERITA TERBARU

/