alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Saturday, 25 June 2022

Awas! Ban Digembosi Bila Parkir Sembarangan di Kota Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Ini peringatan bagi pengguna jalan di Kota Pasuruan untuk tidak parkir kendaraannya secara sembarangan. Jika tidak, siap siap saja, ban kendaraan dibuat gembos oleh aparat penegak hukum (APH).

Warning itu disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, lantaran masih banyak pengendara yang parkir sembarangan. Terutama di jalan yang sudah terpasang rambu larangan parkir.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan penggembosan ini dilakukan sejak sepekan terakhir. Pelaksanaannya melibatkan Satlantas Polres Pasuruan Kota sebagai penegak hukum.

Penggembosan ini tidak serta merta dilakukan. Dishub bersama Satlantas biasanya menunggu pemilik kendaraan datang selama lima menit. Jika pemilik datang, maka langsung dikenakan tilang dan diminta parkir yang benar. Saat pemilik tidak kunjung datang, maka ban digembosi.

GANGGU PEJALAN KAKI: Petugas juga menggembosi motor yang diparkir di atas trotoar di Jalan Wahid Hasyim. (Foto: Dishub Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Yang melakukan itu dari Satlantas. Kami hanya membantu di lapangan. Yang ditindak ini adalah mereka yang sembarangan dalam memarkirkan kendaraannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota, Aipda Breni Raharjo menjelaskan, penindakan ini diambil pihak Satlantas untuk efek jera. Sebab pihaknya berulang kali menemukan pelanggaran berulang di lokasi yang sama. Seperti parkir di trotoar hingga di bawah rambu terlarang.

Ia mengaku selama ini, pihaknya sudah melakukan langkah preventif. Termasuk menilang kendaraan yang melanggar. Namun tetap saja masih ditemukan pelanggaran. Pemilihan penggembosan ban atas kesepakatan dengan Dishub. Sebab untuk melakukan penderekan tidak memungkinkan karena tidak ada payung hukum.

“Dengan menggembosi ban kendaraan diharapkan mereka menjadi jera, dan tidak lagi parkir secara sembarangan,” sebut Breni.

Apakah tidak khawatir jika pemilik kendaraan melawan lewat hukum ? Dengan tegas Breni menyebutkan, pihaknya mempersilahkan jika ada pemilik yang tidak terima dengan penggembosan tersebut. Satlantas siap menerima konsekuensi nya. Sebab hal ini atas pertimbangan matang untuk membuat efek jera agar tidak mengulangi lagi, mengingat hal ini sudah berkali diberi teguran lisan dan penindakan tilang. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Ini peringatan bagi pengguna jalan di Kota Pasuruan untuk tidak parkir kendaraannya secara sembarangan. Jika tidak, siap siap saja, ban kendaraan dibuat gembos oleh aparat penegak hukum (APH).

Warning itu disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, lantaran masih banyak pengendara yang parkir sembarangan. Terutama di jalan yang sudah terpasang rambu larangan parkir.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan penggembosan ini dilakukan sejak sepekan terakhir. Pelaksanaannya melibatkan Satlantas Polres Pasuruan Kota sebagai penegak hukum.

Penggembosan ini tidak serta merta dilakukan. Dishub bersama Satlantas biasanya menunggu pemilik kendaraan datang selama lima menit. Jika pemilik datang, maka langsung dikenakan tilang dan diminta parkir yang benar. Saat pemilik tidak kunjung datang, maka ban digembosi.

GANGGU PEJALAN KAKI: Petugas juga menggembosi motor yang diparkir di atas trotoar di Jalan Wahid Hasyim. (Foto: Dishub Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Yang melakukan itu dari Satlantas. Kami hanya membantu di lapangan. Yang ditindak ini adalah mereka yang sembarangan dalam memarkirkan kendaraannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota, Aipda Breni Raharjo menjelaskan, penindakan ini diambil pihak Satlantas untuk efek jera. Sebab pihaknya berulang kali menemukan pelanggaran berulang di lokasi yang sama. Seperti parkir di trotoar hingga di bawah rambu terlarang.

Ia mengaku selama ini, pihaknya sudah melakukan langkah preventif. Termasuk menilang kendaraan yang melanggar. Namun tetap saja masih ditemukan pelanggaran. Pemilihan penggembosan ban atas kesepakatan dengan Dishub. Sebab untuk melakukan penderekan tidak memungkinkan karena tidak ada payung hukum.

“Dengan menggembosi ban kendaraan diharapkan mereka menjadi jera, dan tidak lagi parkir secara sembarangan,” sebut Breni.

Apakah tidak khawatir jika pemilik kendaraan melawan lewat hukum ? Dengan tegas Breni menyebutkan, pihaknya mempersilahkan jika ada pemilik yang tidak terima dengan penggembosan tersebut. Satlantas siap menerima konsekuensi nya. Sebab hal ini atas pertimbangan matang untuk membuat efek jera agar tidak mengulangi lagi, mengingat hal ini sudah berkali diberi teguran lisan dan penindakan tilang. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/