Pengembangan Pelabuhan Tak Bisa Tahun Ini Karena Butuh Investor

PARKIR: Sejumlah kapal di Pelabuhan Pasuruan yang tengah bersandar di tepi pelabuhan Pasuruan. Pembangunan pelabuhan ini perlu didukung investor atau pihak ketiga. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan mengembangkan pelabuhan, harus tertunda. Keinginan ini dipastikan tidak bisa terlaksana tahun ini. Sebab Pemkot Pasuruan menyebut belum mendapatkan investor untuk pengembangannya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan, Adri Joko Srijono mengungkapkan, keinginan Pemkot mengembangkan Pelabuhan Kota Pasuruan masih berlanjut. Namun pihaknya belum bisa memastikan pelaksanaannya.

Rencana ini tidak akan terlaksana tahun ini. Pasalnya, pengembangan ini membutuhkan anggaran besar. Pihaknya masih menunggu adanya investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya untuk mengembangkan pelabuhan.

Sejauh ini pihaknya belum mendapatkan investor yang bersedia untuk menjadi penanam modal utama dalam pengembangan pelabuhan ini.”Rencana pengembangan masih berlanjut. Cuma kami masih menunggu investor untuk pengembangannya. Dan sejauh ini belum ada,” ungkapnya.

Joko-sapaan akrabnya- menjelaskan sesuai penghitungan, Pelabuhan Pasuruan ini membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 40 miliar untuk dikembangkan. Konsep pengembangannya sendiri nanti akan dikoordinasikan dengan pihak investor terlebih dahulu. Namun yang jelas pengembangan pelabuhan nantinya ini akan memperkuat identitas pelabuhan setempat sekaligus sebagai destinasi wisata baru perkotaan.

Menurutnya, keinginan ini bukannya tanpa alasan. Sebab, Pelabuhan merupakan identitas dari Kota Pasuruan. Sekaligus menjadi tempat penghidupan bagi ribuan nelayan di Kota Pasuruan. Dengan pengembangan ini diharapkan bisa berdampak pada perekonomian di Kota Pasuruan.

“Terkait konsep pengembangannya kami belum bisa menyampaikan. Karena investornya saja belum ada. Kami perlu koordinasi dengan investor dahulu nanti,” pungkasnya. (riz/fun)