Total Rp 637 Juta untuk Dukung Sekolah Inklusi, Satu Lembaga Dapat Segini

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk mendukung program inklusi di Kota Pasuruan. Sedikitnya, Rp 637 juta dari APBD 2020 digelontorkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) untuk 41 lembaga tahun ini.

Kasubag Perencanaan pada Dinas P dan K Kota Pasuruan Sutrisno mengungkapkan, ada 41 lembaga yang mendapatkan anggaran inklusi tahun ini. Rinciannya, 30 lembaga SD negeri dan 11 lembaga SMP negeri.

“Lembaga yang mendapatkan hibah inklusi ini tidak seluruhnya. Hanya yang menjadi lembaga inklusi dengan adanya anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah tersebut. Kalau tidak punya ya tidak dapat,” ungkapnya.

Tris -sapaan akrabnya- menjelaskan, pihaknya menggelontorkan Rp 450 juta untuk lembaga SD. Masing-masing lembaga menerima Rp 15 juta. Sedangkan untuk lembaga SMP mendapatkan Rp 187 juta. Setiap lembaga menerima Rp 17 juta.

Persyarataannya pun tidak berbeda dengan BOS. Untuk mendapatkan hibah inklusi ini, setiap lembaga yang berhak bisa langsung mengajukan ke Pemkot. Setelah dilakukan tahap verifikasi, maka Pemkot akan langsung mentransfer ke rekening setiap lembaga.

Anggaran ini hanya diperbolehkan untuk mendukung program inklusi saja. Seperti alat pembelajaran, buku, hingga sarana dan prasarana penunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa inklusi. Di luar itu, pihak sekolah tidak diperkenankan menggunakan anggaran ini.

“Sekolah inklusi sebelumnya sudah menyusun program kegiatan dalam rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS). Hibah ini hanya boleh digunakan sesuai yang tertera dalam RKAS tersebut,” jelas Tris. (riz/fun)