alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pertumbuhan Ekonomi Kota Pasuruan Turun meski Angka IPM Naik

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2019 kepada DPRD Kota Pasuruan. LKPj disampaikan dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Pasuruan, Selasa (9/2).

Teno menyampaikan laporan berbagai program pembangunan selama 2020. Ekonomi Kota Pasuruan di tahun 2020 lalu atau saat tahun pertama pandemi melanda, mencatatkan hasil negatif. Pertumbuhan ekonomi sementara di Kota Pasuruan tercatat sebesar -2,60 persen. Di mana Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) sepanjang 2020 sebesar Rp 8,073 triliun.

Sektor yang mempunyai kontribusi yakni sektor perdagangan sebesar Rp 2.371 triliun atau 29,37 persen, sektor industri sebesar Rp 1.625 triliun atau 20,12 persen, dan sektor jasa sebesar Rp 1.223 triliun atau 15,16 persen.

“Pertumbuhan ekonomi sangat sementara tercatat tumbuh sebesar -2,60 persen,” ujarnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut, terbilang lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yakni 5,56 persen dengan tingkat inflasi kurang lebih 1,68 persen sepanjang tahun 2020.

Di sisi lain, sepanjang tahun lalu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pasuruan naik 0,1 poin. Pembangunan manusia menurutnya merupakan pembangunan pada aspek pendukung daya saing daerah.

Hal itu menunjukkan angka yang cukup baik melalui IPM sebesar 75,26 persen pada 2020. Angka itu meningkat dari tahun 2019 sebesar 75,25 persen. “IPM merupakan agregat beberapa indikator, antara lain, bidang pendidikan yang menunjukkan kinerja cukup baik,” katanya.

Dia menguraikan, indeks pendidikan di Kota Pasuruan sebesar 0,69. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan wajib belajar atau wajar 12 tahun,” jelas Teno.

Sementara, Teno juga menyebut pembangunan di bidang kesehatan juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Capaian itu didukung dengan membaiknya indeks kesehatan mencapai sebesar 0,79. “Secara kuantitatif kedua indeks mengalami peningkatan,” bebernya.

Terpisah, Plt Asisten Pemerintahan Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menyebut angka pertumbuhan ekonomi belum final. Sebab hal itu berdasarkan hasil penghitungan sementara. Sedangkan hasil resminya masih menunggu rilis dari BPS.

“Dari sisi pendidikan dan kesehatan, naik. Kalau angka pertumbuhan ekonomi turun jelas sangat dipengaruhi dampak pandemi. Tapi itu juga sifatnya sangat sementara karena hasil resminya dari BPS,” jelas Kokoh. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2019 kepada DPRD Kota Pasuruan. LKPj disampaikan dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Pasuruan, Selasa (9/2).

Teno menyampaikan laporan berbagai program pembangunan selama 2020. Ekonomi Kota Pasuruan di tahun 2020 lalu atau saat tahun pertama pandemi melanda, mencatatkan hasil negatif. Pertumbuhan ekonomi sementara di Kota Pasuruan tercatat sebesar -2,60 persen. Di mana Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) sepanjang 2020 sebesar Rp 8,073 triliun.

Sektor yang mempunyai kontribusi yakni sektor perdagangan sebesar Rp 2.371 triliun atau 29,37 persen, sektor industri sebesar Rp 1.625 triliun atau 20,12 persen, dan sektor jasa sebesar Rp 1.223 triliun atau 15,16 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Pertumbuhan ekonomi sangat sementara tercatat tumbuh sebesar -2,60 persen,” ujarnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut, terbilang lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yakni 5,56 persen dengan tingkat inflasi kurang lebih 1,68 persen sepanjang tahun 2020.

Di sisi lain, sepanjang tahun lalu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pasuruan naik 0,1 poin. Pembangunan manusia menurutnya merupakan pembangunan pada aspek pendukung daya saing daerah.

Hal itu menunjukkan angka yang cukup baik melalui IPM sebesar 75,26 persen pada 2020. Angka itu meningkat dari tahun 2019 sebesar 75,25 persen. “IPM merupakan agregat beberapa indikator, antara lain, bidang pendidikan yang menunjukkan kinerja cukup baik,” katanya.

Dia menguraikan, indeks pendidikan di Kota Pasuruan sebesar 0,69. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan wajib belajar atau wajar 12 tahun,” jelas Teno.

Sementara, Teno juga menyebut pembangunan di bidang kesehatan juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Capaian itu didukung dengan membaiknya indeks kesehatan mencapai sebesar 0,79. “Secara kuantitatif kedua indeks mengalami peningkatan,” bebernya.

Terpisah, Plt Asisten Pemerintahan Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat menyebut angka pertumbuhan ekonomi belum final. Sebab hal itu berdasarkan hasil penghitungan sementara. Sedangkan hasil resminya masih menunggu rilis dari BPS.

“Dari sisi pendidikan dan kesehatan, naik. Kalau angka pertumbuhan ekonomi turun jelas sangat dipengaruhi dampak pandemi. Tapi itu juga sifatnya sangat sementara karena hasil resminya dari BPS,” jelas Kokoh. (tom/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2