alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Mulai 11 Januari Batasi Kegiatan Warga, Malam Hari Sampai Pukul 20.00

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jawa-Bali juga direspons Pemkot Pasuruan. Di kota, kegiatan warga dibatasi hanya sampai pukul 20.00.

Pembatasan itu berlaku mulai 11 Januari sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tujuannya, tidak lain untuk menekan potensi kenaikan kasus positif virus Covid-19 di Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik (Dsikominfotik) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, pembatasan kegiatan itu disampaikan melalui surat edaran wali kota tanggal 8 Januari 2021. Sejumlah hal diatur dalam surat edaran itu.

Antara lain, di malam hari kegiatan dibatasi sampai pukul 20.00. Ini berlaku untuk kegiatan usaha, perkantoran, tempat kerja, rumah makan, pusat perbelanjaan, warung, dan kafe.

“Di samping itu, pemkot juga meminta agar kegiatan yang menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar sebaiknya ditunda,” kata Kokoh.

Baik itu yang digelar di gedung pertemuan, perhotelan, maupun tempat umum. Pemkot pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Kecuali kegiatan yang bersifat penting dan mendesak. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat juga diimbau tetap menjalankan pola hidup sehat untuk menghindari penyebaran Covid-19,” terangnya.

Selain itu, Wali Kota juga menginstruksikan agar seluruh Satgas Covid-19 meningkatkan pemantauan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Ini berlaku untuk Satgas di tingkat kota, hingga kecamatan.

Ketua Paguyuban Pasar Minggu Pagi Aidatul Fitriya merespons baik aturan tentang pembatasan aktivitas masyarakat itu. Menurutnya, upaya pencegahan virus korona memang harus ditegakkan. Tetapi di sisi lain, harus diimbangi dengan aktivitas perekonomian masyarakat.

Karena itu, pihaknya telah bersepakat dengan 200 PKL di Jalan Sultan Agung yang berjualan setiap Minggu pagi. Mereka semua harus menerapkan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya kerumunan. Para PKL juga diwajibkan selalu memakai masker.

“Paguyuban juga menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk sisi barat dan timur,” ungkapnya.

Di samping itu, jarak antara lapak PKL yang satu dengan yang lain diatur sejauh 6 meter. Masing-masing diperbolehkan menggelar lapak selebar 2 meter.

Ida -sapaan Aidatul Fitriya- mengaku akan mengoordinasikan para pelapak. Sehingga, kemungkinan akan dibuat jadwal sif bagi pelapak setiap pekan.

“Ada 200 pelapak, kalau memang dengan pengaturan jarak ini tidak cukup akan diberlakukan sif setiap pekannya,” bebernya.

Menurut dia, para pelapak sudah memahami ketentuan pemerintah tentang pentingnya protokol kesehatan. Ida pun menjamin semua pelapak mematuhi aturan.

“Insyaallah teman-teman bisa mematuhi aturan pemerintah. Rencananya, minggu depan sudah bisa berjualan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga ekonomi masyarakat Kota Pasuruan pulih,” tandasnya. (tom/hn/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Jawa-Bali juga direspons Pemkot Pasuruan. Di kota, kegiatan warga dibatasi hanya sampai pukul 20.00.

Pembatasan itu berlaku mulai 11 Januari sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Tujuannya, tidak lain untuk menekan potensi kenaikan kasus positif virus Covid-19 di Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik (Dsikominfotik) Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat menjelaskan, pembatasan kegiatan itu disampaikan melalui surat edaran wali kota tanggal 8 Januari 2021. Sejumlah hal diatur dalam surat edaran itu.

Antara lain, di malam hari kegiatan dibatasi sampai pukul 20.00. Ini berlaku untuk kegiatan usaha, perkantoran, tempat kerja, rumah makan, pusat perbelanjaan, warung, dan kafe.

“Di samping itu, pemkot juga meminta agar kegiatan yang menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar sebaiknya ditunda,” kata Kokoh.

Baik itu yang digelar di gedung pertemuan, perhotelan, maupun tempat umum. Pemkot pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Kecuali kegiatan yang bersifat penting dan mendesak. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat juga diimbau tetap menjalankan pola hidup sehat untuk menghindari penyebaran Covid-19,” terangnya.

Selain itu, Wali Kota juga menginstruksikan agar seluruh Satgas Covid-19 meningkatkan pemantauan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Ini berlaku untuk Satgas di tingkat kota, hingga kecamatan.

Ketua Paguyuban Pasar Minggu Pagi Aidatul Fitriya merespons baik aturan tentang pembatasan aktivitas masyarakat itu. Menurutnya, upaya pencegahan virus korona memang harus ditegakkan. Tetapi di sisi lain, harus diimbangi dengan aktivitas perekonomian masyarakat.

Karena itu, pihaknya telah bersepakat dengan 200 PKL di Jalan Sultan Agung yang berjualan setiap Minggu pagi. Mereka semua harus menerapkan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya kerumunan. Para PKL juga diwajibkan selalu memakai masker.

“Paguyuban juga menyediakan tempat cuci tangan di pintu masuk sisi barat dan timur,” ungkapnya.

Di samping itu, jarak antara lapak PKL yang satu dengan yang lain diatur sejauh 6 meter. Masing-masing diperbolehkan menggelar lapak selebar 2 meter.

Ida -sapaan Aidatul Fitriya- mengaku akan mengoordinasikan para pelapak. Sehingga, kemungkinan akan dibuat jadwal sif bagi pelapak setiap pekan.

“Ada 200 pelapak, kalau memang dengan pengaturan jarak ini tidak cukup akan diberlakukan sif setiap pekannya,” bebernya.

Menurut dia, para pelapak sudah memahami ketentuan pemerintah tentang pentingnya protokol kesehatan. Ida pun menjamin semua pelapak mematuhi aturan.

“Insyaallah teman-teman bisa mematuhi aturan pemerintah. Rencananya, minggu depan sudah bisa berjualan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga ekonomi masyarakat Kota Pasuruan pulih,” tandasnya. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/