Nelayan Pasuruan Memilih Tidak Melaut selama Cuaca Ekstrem

BERSIHKAN PERAHU: Nelayan di Pasuruan menguras air di dalam perahu. Selama musim hujan di awal Januari, banyak nelayan yang libur melaut lantaran khawatir cuaca ekstrem. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Cuaca buruk yang terjadi di awal musim hujan di bulan Januari, membuat nelayan di Kota Pasuruan memilih untuk tidak melaut. Mereka memilih libur sementara karena cuaca ekstrem kerap terjadi di perairan dan daratan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengungkapkan, saat ini cuaca cukup ekstrem. Kondisi ini sangat membahayakan bagi nelayan. Sebab, ada kemungkinan hujan disertai badai datang tiba-tiba.

Karena itu, mayoritas nelayan memilih tidak melaut. Selain itu, jika cuaca seperti saat ini, tangkapan juga tidak maksimal. Dan tentunya akan lebih berat dalam biaya akomodasi yang harus dikeluarkan oleh nelayan. “Hampir seluruhnya tidak melaut. Jika ada cuma satu atau dua saja. Cuaca saat ini sangat tidak memungkinkan untuk berlayar,” ungkapnya.

Ihsan mengaku, pihaknya belum bisa memastikan kapan nelayan akan kembali melaut. Nelayan biasanya kembali melaut dengan menunggu cuaca di perairan sudah membaik. Paling tidak hingga Januari ini berakhir.

Seperti biasanya, mereka yang tidak melaut memilih untuk mencari pekerjaan lain. Seperti kuli panggul atau tukang becak dan lain sebagainya. Tujuannya, agar dapur tetap mengepul selama mereka tidak melaut.

“Kalau bulan ini sepertinya libur dulu tidak melaut. Nunggu Cuaca membaik. Bisa bulan depan atau nunggu April saat hujan reda,” pungkasnya. (riz/fun)