alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

6 Bulan Damkar Kota Pasuruan Sudah Tangani 6 Kasus Kebakaran

PURWOREJO, Radar Bromo– Intensitas kebakaran di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Meski saat ini Kota Pasuruan baru memasuki musim kemarau, sepanjang awal tahun 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan menerima enam laporan bencana kebakaran. Mayoritas disebabkan oleh human error atau kelengahan dari pemilik.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan intensitas kebakaran tahun ini cukup tinggi. Selama enam bulan pertama di tahun 2020, pihaknya menerima laporan kebakaran sebanyak enam kali. Padahal saat ini musim kemarau baru memasuki tahap awal.

“Mayoritas human error. Mulai dari lupa mematikan kompor, korsleting listrik saat ditinggal pemilik hingga membuang putung rokok sembarangan. Jadi meski musim hujan, kebakaran masih sering terjadi,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, bencana kebakaran masih sangat rawan terjadi di sisa tahun 2020 ini. Ini mengingat musim kemarau baru saja dimulai. Karena itu ia berharap masyarakat untuk selalu waspada saat meninggalkan rumah atau beraktivitas. Termasuk masyarakat harus selalu rutin mengecek saat hendak tidur dan beristirahat. Mulai dari kompor, kabel hingga listrik.

Selain itu, selama musim kemarau ini, pihaknya berharap agar masyarakat tidak membakar sampah di dekat pemukiman dalam keadaan ditinggal. Sebab saat kamarau, cuaca lebih panas dari biasanya. Akibatnya api dengan cepat membesar dan membakar, sehingga jika tidak dijaga, api ini bisa saja menyebar ke barang lain yang didekatnya.

“Masyarakat harus selalu waspada. Karena selain faktor cuaca seperti panas, human error juga menjadi penyebab utama intensitas kebakaran menjadi tinggi,” terang Catur. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo– Intensitas kebakaran di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Meski saat ini Kota Pasuruan baru memasuki musim kemarau, sepanjang awal tahun 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan menerima enam laporan bencana kebakaran. Mayoritas disebabkan oleh human error atau kelengahan dari pemilik.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan intensitas kebakaran tahun ini cukup tinggi. Selama enam bulan pertama di tahun 2020, pihaknya menerima laporan kebakaran sebanyak enam kali. Padahal saat ini musim kemarau baru memasuki tahap awal.

“Mayoritas human error. Mulai dari lupa mematikan kompor, korsleting listrik saat ditinggal pemilik hingga membuang putung rokok sembarangan. Jadi meski musim hujan, kebakaran masih sering terjadi,” ungkapnya.

Catur menjelaskan, bencana kebakaran masih sangat rawan terjadi di sisa tahun 2020 ini. Ini mengingat musim kemarau baru saja dimulai. Karena itu ia berharap masyarakat untuk selalu waspada saat meninggalkan rumah atau beraktivitas. Termasuk masyarakat harus selalu rutin mengecek saat hendak tidur dan beristirahat. Mulai dari kompor, kabel hingga listrik.

Selain itu, selama musim kemarau ini, pihaknya berharap agar masyarakat tidak membakar sampah di dekat pemukiman dalam keadaan ditinggal. Sebab saat kamarau, cuaca lebih panas dari biasanya. Akibatnya api dengan cepat membesar dan membakar, sehingga jika tidak dijaga, api ini bisa saja menyebar ke barang lain yang didekatnya.

“Masyarakat harus selalu waspada. Karena selain faktor cuaca seperti panas, human error juga menjadi penyebab utama intensitas kebakaran menjadi tinggi,” terang Catur. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/