Refocusing Anggaran, Pastikan Pavingisasi Banyubiru Batal

ALAMI: Kondisi Pemandian Alam Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, terlihat alami. Tahun ini, rencana perbaikan pavingisasi di pemandian alam ini dibatalkan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Sejumlah rencana pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pasuruan, banyak yang dibatalkan. Termasuk, rencana rehabilitasi paving di Pemandian Alam Banyubiru, Kecamatan Winongan. Sebab, anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono, mengatakan setelah Pemerintah Pusat melakukan refocusing anggaran, Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk anggaran wisata juga dibatalkan. “Dampaknya, juga pada pembangunan rehab di Pemandian Alam Banyubiru. Rencana pavingisasi menyeluruh tidak bisa dilakukan tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabupaten Pasuruan mendapatkan anggaran Rp 1,7 miliar dari DAK. Anggaran itu untuk peningkatan sarana prasarana tempat wisata yang menjadi penunjang wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Tahun ini, anggaran itu rencananya akan digunakan untuk perbaikan dan paving di areal luar sampai dalam Banyubiru.

“Saat ini area Banyubiru masih ada yang berupa tanah dan batu-batu yang rusak. Kondisinya membuat becek saat hujan, batu-batu rusak juga licin dan membuat pengunjung tidak nyaman,” jelasnya.

Rencananya, pavingisasi ini akan dilakukan menyeluruh di area Pemandian Alam Banyubiru. Mulai dari area pintu masuk, pemandian alami, kolam prestasi atau kolam buatan, sampai tempat area bermain anak.

Namun, karena saat ini semua fokus terhadap penanganan Covid-19, perbaikannya dipastikan batal. Apalagi, kondisi Pemandian Alam Banyubiru, juga sudah tidak beroperasi sejak pertengahan Maret lalu untuk menekan penyebaran virus Covid-19. (eka/rud)