alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Perolehan Pajak Triwulan I Kota Pasuruan; Hiburan Terendah

PURWOREJO, Radar Bromo – Kondisi memang sedang pandemi. Namun, pendapatan dari sektor pajak daerah terus melejit. Hingga saat ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pasuruan telah meraup hasil Rp 9 miliar. Targetnya Rp 30 miliar setahun.

Kepala Bapenda Siti Zuniati menerangkan, sektor pajak daerah digali dari sembilan objek. Yaitu, hotel, restoran, tempat hiburan, reklame, dan penerangan jalan. Selain itu, parkir, air tanah, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Menurut Zuniati, dalam tiga bulan pertama 2021 ini, pendapatan dari sektor pajak cukup tinggi. Realisasinya telah melampaui target. Sudah Rp 9 miliar itu. ”Target kami pada triwulan pertama ini sekitar Rp7,5 miliar,” ujarnya.

Apa pos penyumbang terbesar? Zuniati menyebut pajak BPHTB. Persentase target pajak BPHTB sekitar 40 persen dari semua pos penerimaan pajak. Buktinya, realisasi penerimaan selama Januari hingga Maret sudah cukup tinggi. Selama tiga bulan, pajak BPHTP sudah mencapai Rp 4,5 miliar.

”Penerimaan pajak BPHTP memang salah satu yang kami gali. Sehingga kami berani menetapkan target cukup besar,” bebernya. Pajak BPHTP, lanjut Zuniati, didapat melalui transaksi jual-beli atau pengalihan hak tanah dan bangunan.

Selain itu, penerimaan pajak penerangan jalan tak kalah besar. Tapi, target PPJ itu ditetapkan dengan koordinasi PLN. ”Karena kan harus menyesuaikan dengan data langganan,” ujarnya.

Di sisi lain, pajak restoran yang ditarget Rp 2 miliar sudah menyumbang Rp388 juta pada tiga bulan terakhir. ”Yang rendah itu pajak hiburan. Realisasinya di triwulan pertama ini baru Rp 3 juta. Bapenda tidak berani menarget terlalu tinggi. ”Karena bioskop saja belum buka sama sekali,” tandasnya. (tom/far)

PURWOREJO, Radar Bromo – Kondisi memang sedang pandemi. Namun, pendapatan dari sektor pajak daerah terus melejit. Hingga saat ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pasuruan telah meraup hasil Rp 9 miliar. Targetnya Rp 30 miliar setahun.

Kepala Bapenda Siti Zuniati menerangkan, sektor pajak daerah digali dari sembilan objek. Yaitu, hotel, restoran, tempat hiburan, reklame, dan penerangan jalan. Selain itu, parkir, air tanah, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Menurut Zuniati, dalam tiga bulan pertama 2021 ini, pendapatan dari sektor pajak cukup tinggi. Realisasinya telah melampaui target. Sudah Rp 9 miliar itu. ”Target kami pada triwulan pertama ini sekitar Rp7,5 miliar,” ujarnya.

Apa pos penyumbang terbesar? Zuniati menyebut pajak BPHTB. Persentase target pajak BPHTB sekitar 40 persen dari semua pos penerimaan pajak. Buktinya, realisasi penerimaan selama Januari hingga Maret sudah cukup tinggi. Selama tiga bulan, pajak BPHTP sudah mencapai Rp 4,5 miliar.

”Penerimaan pajak BPHTP memang salah satu yang kami gali. Sehingga kami berani menetapkan target cukup besar,” bebernya. Pajak BPHTP, lanjut Zuniati, didapat melalui transaksi jual-beli atau pengalihan hak tanah dan bangunan.

Selain itu, penerimaan pajak penerangan jalan tak kalah besar. Tapi, target PPJ itu ditetapkan dengan koordinasi PLN. ”Karena kan harus menyesuaikan dengan data langganan,” ujarnya.

Di sisi lain, pajak restoran yang ditarget Rp 2 miliar sudah menyumbang Rp388 juta pada tiga bulan terakhir. ”Yang rendah itu pajak hiburan. Realisasinya di triwulan pertama ini baru Rp 3 juta. Bapenda tidak berani menarget terlalu tinggi. ”Karena bioskop saja belum buka sama sekali,” tandasnya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/