alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Masih Temukan Timbangan Tidak Layak di Kota Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Sudah jamak diketahui bahwa mencurangi timbangan merupakan salah satu dosa besar. Namun, ada saja yang sengaja atau tidak melakukannya. UPT Kemetrologian Disperindag Kota Pasuruan menemukan pedagang yang menggunakan alat ukur tidak layak. Alat takarnya tidak cocok.

Selama Senin dan Selasa (5-6/4), UPT Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengecek sejumlah tempat usaha dan jasa di wilayah kota.

Kepala UPT Kemetrologian Sony Agus Priyanto mengatakan, pada hari pertama, yang didatangi adalah kantor jasa pengiriman barang. Kemudian, Pasar Kebonagung dan SPBU di Trajeng. Pada hari kedua, pengawasan dilakukan di Pasar Besar, kantor ekspedisi, dan Pasar Karangketug.

”Sengaja kami lakukan dua hari agar pengawasan maksimal,” kata Sony. Seluruh alat ukur dan timbangan di lokasi diperiksa. Tidak terkecuali milik pedagang pasar. Dicek satu per satu.

Ada beberapa temuan. Di antaranya, timbangan pedagang pasar yang tidak standar. Padahal, alat takar itu digunakan untuk melayani jual-beli. Petugas pun meminta pemiliknya segera melakukan tera ulang timbangan. ”Ada batas kesalahan yang ditolerir. Kami minta mereka melakukan tera ulang,” sebut Sony. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo Sudah jamak diketahui bahwa mencurangi timbangan merupakan salah satu dosa besar. Namun, ada saja yang sengaja atau tidak melakukannya. UPT Kemetrologian Disperindag Kota Pasuruan menemukan pedagang yang menggunakan alat ukur tidak layak. Alat takarnya tidak cocok.

Selama Senin dan Selasa (5-6/4), UPT Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengecek sejumlah tempat usaha dan jasa di wilayah kota.

Kepala UPT Kemetrologian Sony Agus Priyanto mengatakan, pada hari pertama, yang didatangi adalah kantor jasa pengiriman barang. Kemudian, Pasar Kebonagung dan SPBU di Trajeng. Pada hari kedua, pengawasan dilakukan di Pasar Besar, kantor ekspedisi, dan Pasar Karangketug.

”Sengaja kami lakukan dua hari agar pengawasan maksimal,” kata Sony. Seluruh alat ukur dan timbangan di lokasi diperiksa. Tidak terkecuali milik pedagang pasar. Dicek satu per satu.

Ada beberapa temuan. Di antaranya, timbangan pedagang pasar yang tidak standar. Padahal, alat takar itu digunakan untuk melayani jual-beli. Petugas pun meminta pemiliknya segera melakukan tera ulang timbangan. ”Ada batas kesalahan yang ditolerir. Kami minta mereka melakukan tera ulang,” sebut Sony. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/