alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Daya Tampung Zona Baru TPA Blandongan Maksimal Lima Tahun

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Zona baru TPA Blandongan sudah setahun difungsikan. Perluasan lahan itu demi mengurai timbunan sampah yang semakin menggunung. Sebab, zona yang lama sudah tidak dapat menampung sampah lagi.

Pemkot Pasuruan membangun zona baru seluas 1,6 hektare akhir 2019. Letaknya bersebelahan dengan zona lama yang sudah dipenuhi sampah. Daya tampung zona ini maksimal 5 tahun.

Namun tak seluruh lahan yang baru itu dipakai untuk penampungan sampah. Karena ada akses jalan di sekelilingnya. Praktis, luasan zona yang dipakai menampung sampah sekitar 1,01 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Rudiyanto menerangkan, pihaknya sudah memfungsikan zona baru sejak tahun lalu. “Yang lama sudah tidak digunakan lagi. Memang tidak boleh karena terlalu tinggi ya, sudah penuh,” kata Rudi –sapaan Rudiyanto–.

Pasokan sampah di Kota Pasuruan memang terbilang banyak. Saban hari, tak kurang dari 75 ton sampah yang ditimbun di TPA. Rata-rata berasal dari sampah rumah tangga. Kalaupun ada sampah industri atau perkantoran, jumlahnya relatif kecil. Saking banyaknya pasokan sampah itulah, Pemkot harus memperluas zona TPA.

“Saat ini zona baru masih bisa menampung. Dengan volume sampah tiap hari, perkiraan kami daya tampungnya bisa sampai lima tahun ya,” terang dia.

Kata Rudi, untuk mengatasi persoalan sampah memang bukan hanya dengan memperluas zona. Selama ini, pihaknya juga mengelola timbunan sampah menjadi energi gas metan. Hasilnya dipasok ke ratusan rumah warga di sekitar TPA sebagai bahan bakar alternatif. Selain menghemat energi, cara seperti itu juga sekaligus untuk mengurangi energi panas akibat timbunan sampah.

“Penampungan gas metan itu tetap jalan. Bahkan kami ajak warga untuk memanfaatkannya secara cuma-cuma,” bebernya. (tom/hn)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Zona baru TPA Blandongan sudah setahun difungsikan. Perluasan lahan itu demi mengurai timbunan sampah yang semakin menggunung. Sebab, zona yang lama sudah tidak dapat menampung sampah lagi.

Pemkot Pasuruan membangun zona baru seluas 1,6 hektare akhir 2019. Letaknya bersebelahan dengan zona lama yang sudah dipenuhi sampah. Daya tampung zona ini maksimal 5 tahun.

Namun tak seluruh lahan yang baru itu dipakai untuk penampungan sampah. Karena ada akses jalan di sekelilingnya. Praktis, luasan zona yang dipakai menampung sampah sekitar 1,01 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Rudiyanto menerangkan, pihaknya sudah memfungsikan zona baru sejak tahun lalu. “Yang lama sudah tidak digunakan lagi. Memang tidak boleh karena terlalu tinggi ya, sudah penuh,” kata Rudi –sapaan Rudiyanto–.

Pasokan sampah di Kota Pasuruan memang terbilang banyak. Saban hari, tak kurang dari 75 ton sampah yang ditimbun di TPA. Rata-rata berasal dari sampah rumah tangga. Kalaupun ada sampah industri atau perkantoran, jumlahnya relatif kecil. Saking banyaknya pasokan sampah itulah, Pemkot harus memperluas zona TPA.

“Saat ini zona baru masih bisa menampung. Dengan volume sampah tiap hari, perkiraan kami daya tampungnya bisa sampai lima tahun ya,” terang dia.

Kata Rudi, untuk mengatasi persoalan sampah memang bukan hanya dengan memperluas zona. Selama ini, pihaknya juga mengelola timbunan sampah menjadi energi gas metan. Hasilnya dipasok ke ratusan rumah warga di sekitar TPA sebagai bahan bakar alternatif. Selain menghemat energi, cara seperti itu juga sekaligus untuk mengurangi energi panas akibat timbunan sampah.

“Penampungan gas metan itu tetap jalan. Bahkan kami ajak warga untuk memanfaatkannya secara cuma-cuma,” bebernya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/