alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Sampai November, Belum Terima Klaim Asuransi Nelayan di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Sampai awal November ini, belum ada nelayan di Kabupaten Pasuruan yang mengajukan klaim asuransi. Namun tercatat hanya 1 nelayan yang mendapatkan santunan, lantaran meninggal karena sakit.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Tri Irawati Omar Dhani mengatakan, klaim asuransi nelayan tetap bisa dilakukan di tengah pandemi. Jika ada nelayan yang meninggal dan memiliki asuransi nelayan, bisa diajukan untuk mendapatkan klaim.

“Untuk pengajuan klaim sementara ini masih belum ada. Namun ada catatan nelayan yang meninggal karena sakit. Karena memiliki asuransi, nelayan tetap bisa dilakukan pengajuan ke Jasindo,” terang Tri Irawati.

Ia mengatakan, pengajuan santunan ini berbeda dengan pengajuan klaim. Ini lantaran nelayan ini meninggal karena sakit, dan sudah beberapa kali dilakukan perawatan di Puskesmas Lekok lantaran penyakit diabetes.

Sehingga saat tercatat meninggal, tetap mendapakan santunan. Untuk santunan sendiri dari Jasindo sebesar Rp 5 juta dan sudah diberikan pada bulan Agustus lalu.

Kendati belum ada klaim dan hanya pemberian santunan saja, Tri Irawati mengatakan klaim memang sifatnya sangat situasional tergantung di lapangan.

Namun dengan belum adanya klaim berarti kondisi nelayan dan pekerjaan masih tergolong aman. Untuk belum adanya klaim ini sama dengan tahun 2019 lalu yang juga tidak ada pengajuan klaim.

Tahun ini jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan yang masih memiliki asuransi nelayan mencapai 807 nelayan. Dari jumlah tersebut, masa berakhir asuransi pada akhir tahun ini.

Sedangkan tahun ini dipastikan tidak ada kuota asuransi nelayan gratis bagi nelayan karena terkena refocusing anggaran di pusat. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Sampai awal November ini, belum ada nelayan di Kabupaten Pasuruan yang mengajukan klaim asuransi. Namun tercatat hanya 1 nelayan yang mendapatkan santunan, lantaran meninggal karena sakit.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Tri Irawati Omar Dhani mengatakan, klaim asuransi nelayan tetap bisa dilakukan di tengah pandemi. Jika ada nelayan yang meninggal dan memiliki asuransi nelayan, bisa diajukan untuk mendapatkan klaim.

“Untuk pengajuan klaim sementara ini masih belum ada. Namun ada catatan nelayan yang meninggal karena sakit. Karena memiliki asuransi, nelayan tetap bisa dilakukan pengajuan ke Jasindo,” terang Tri Irawati.

Ia mengatakan, pengajuan santunan ini berbeda dengan pengajuan klaim. Ini lantaran nelayan ini meninggal karena sakit, dan sudah beberapa kali dilakukan perawatan di Puskesmas Lekok lantaran penyakit diabetes.

Sehingga saat tercatat meninggal, tetap mendapakan santunan. Untuk santunan sendiri dari Jasindo sebesar Rp 5 juta dan sudah diberikan pada bulan Agustus lalu.

Kendati belum ada klaim dan hanya pemberian santunan saja, Tri Irawati mengatakan klaim memang sifatnya sangat situasional tergantung di lapangan.

Namun dengan belum adanya klaim berarti kondisi nelayan dan pekerjaan masih tergolong aman. Untuk belum adanya klaim ini sama dengan tahun 2019 lalu yang juga tidak ada pengajuan klaim.

Tahun ini jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan yang masih memiliki asuransi nelayan mencapai 807 nelayan. Dari jumlah tersebut, masa berakhir asuransi pada akhir tahun ini.

Sedangkan tahun ini dipastikan tidak ada kuota asuransi nelayan gratis bagi nelayan karena terkena refocusing anggaran di pusat. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/