Kabupaten Pasuruan Bersiap Menuju Smart City, Ini Persiapan Pemkab

BERI PAPARAN: Sejumlah pejabat Pemkab Pasuruan kemarin mengikuti bimbingan teknis gerakan menuju 100 Smart City di Hotel Horison. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pemkab Pasuruan terus berupaya agar pelayanan pada masyarakat semakin baik. Salah satunya dengan mulai mengimplementasikan Smart City di Kabupaten Pasuruan. Kamis (8/11), Pemkab mengadakan sosialisasi dan bimbingan teknis gerakan menuju 100 Smart City.

Sosialisasi ini dilakukan di Aula Hotel Horison Kota Pasuruan sejak pukul 14.00 dan diikuti oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asisten, Kepala Bagian (Kabag) serta Camat. Turut hadir pula, Bupati Irsyad Yusuf dan perwakilan dari Kemenkominfo RI.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pasurun, Saifudin Ahmad mengungkapkan, pemkab sudah melakukan sosialisasi sebanyak empat kali kepada sekretaris dan bagian penyusunan program serta kepala OPD terkait Smart City. Implementasi nantinya mencakup dalam setiap lingkup bidang.

“Sosialisasi ini sudah dilakukan sebanyak empat kali mulai Agustus lalu dan hari ini (kemarin) merupakan sosialisasi yang keempat,” jelasnya.

Perwakilan dari Kemenkominfo RI, Heri Abdul Azis menyebut ia sangat mengapresiasi langkah Pemkab menuju daerah Smart City. Hal ini membuat Kabupaten Pasuruan menjadi cerdas dan diharapkan bakal semakin cerdas ke depannya.

“Tentunya ini suatu awal yang sangat baik. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi sudah saatnya bagi Kabupaten Pasuruan untuk menjadi daerah yang cerdas,” terang Heri.

Bupati Irsyad Yusuf menambahkan, Kabupaten Pasuruan merupakan satu dari 50 Kota dan Kabupaten di Indonesia yang berkesempatan menjadi Smart City. Dengan inovasi ini, maka pelayanan pada masyarakat akan menjadi lebih cepat dan efektif.

Ia lantas mencontohkan penyusunan program untuk pembangunan di Kabupaten Pasuruan, misalnya. Setiap OPD bisa menggunakan E-Planning. Dengan sistem ini, maka penyusunan program yang direncanakan menjadi lebih mudah.

“Termasuk dalam bidang ekonomi seperti pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa menggunakan E-Branding agar lebih dikenal luas,”pungkasnya. (riz/fun)