alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Penumpang-Bus di Terminal Unsur Masih Sepi

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Angka penyebaran Covid di Jatim yang menurun tidak berdampak pada Terminal Untung Suropati. Terminal tipe B ini masih sepi penumpang dan bus antar kota dalam provinsi (AKD) yang masuk terminal masih jarang.

Pengawas unit pelaksana teknis lalu lintas angkutan jalan (UPT LLAJ) Dishub Jatim, Yulianto mengungkapkan, kondisi terminal landai. Tidak ada yang berubah meski saat ini kota/kabupaten Pasuruan dan kota Surabaya sudah masuk level dua atau zona kuning.

Padahal sesuai aturan bagi level dua sudah diperbolehkan bagi transportasi untuk beroperasi 100 persen. Baik bagi wisata ataupun jurusan dalam dan luar kota. Namun beberapa hari terakhir, penumpang hanya berkisar maksimal antara 15 sampai 20 orang saja setiap busnya.

“Jumlah bus AKDP juga paling banyak 60 bus. Kadang dalam satu hari tidak sampai segitu. Jadi memang tidak pasti. Kondisi tidak berbeda saat awal PPKM darurat maupun level tiga dan empat Juli lalu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dimungkinkan sepinya terminal Unsur karena penumpang bus juga masih minim. Pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh satgas berdampak pada masyarakat yang cenderung tidak melakukan mobilitas. Sehingga masyarakat juga jarang yang bepergian ke luar kota atau luar provinsi.

“Mungkin karena penumpang juga jarang. Jadi ya bus juga tidak banyak yang beroperasi. Padahal sebenarnya transportasi sudah boleh beroperasi normal karena sudah level dua,” beber Yulianto. (riz/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Angka penyebaran Covid di Jatim yang menurun tidak berdampak pada Terminal Untung Suropati. Terminal tipe B ini masih sepi penumpang dan bus antar kota dalam provinsi (AKD) yang masuk terminal masih jarang.

Pengawas unit pelaksana teknis lalu lintas angkutan jalan (UPT LLAJ) Dishub Jatim, Yulianto mengungkapkan, kondisi terminal landai. Tidak ada yang berubah meski saat ini kota/kabupaten Pasuruan dan kota Surabaya sudah masuk level dua atau zona kuning.

Padahal sesuai aturan bagi level dua sudah diperbolehkan bagi transportasi untuk beroperasi 100 persen. Baik bagi wisata ataupun jurusan dalam dan luar kota. Namun beberapa hari terakhir, penumpang hanya berkisar maksimal antara 15 sampai 20 orang saja setiap busnya.

“Jumlah bus AKDP juga paling banyak 60 bus. Kadang dalam satu hari tidak sampai segitu. Jadi memang tidak pasti. Kondisi tidak berbeda saat awal PPKM darurat maupun level tiga dan empat Juli lalu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dimungkinkan sepinya terminal Unsur karena penumpang bus juga masih minim. Pembatasan kegiatan yang dilakukan oleh satgas berdampak pada masyarakat yang cenderung tidak melakukan mobilitas. Sehingga masyarakat juga jarang yang bepergian ke luar kota atau luar provinsi.

“Mungkin karena penumpang juga jarang. Jadi ya bus juga tidak banyak yang beroperasi. Padahal sebenarnya transportasi sudah boleh beroperasi normal karena sudah level dua,” beber Yulianto. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/