alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

7 Bulan, Amankan 43 Anjal-Gepeng di Kota Pasuruan  

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng), ternyata cukup banyak di Kota Pasuruan. Tercatat ada 43 anjal dan gepeng yang berhasil diamankan. Jumlah itu terhitung mulai Januari-Juli 2021.

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi mengatakan, puluhan anjal dan gepeng itu diamankan dari sejumlah persimpangan di perkotaan. Seperti di Simpang Empat Gading, Simpang Empat Apotek, hingga Simpang Empat Kebonagung. Rata-rata mereka masih berusia pelajar dan punya keluarga.

Saat beroperasi di persimpangan, mereka selalu membawa gitar hingga kemoceng. Tujuannya, meminta-minta kepada pengendara yang melintas. Bahkan, ada sejumlah anjal yang lebih dari sekali diamankan Satpol PP. Usai dibina, masih kembali beroperasi. Alias tidak jera.

“Rata-rata memang anak dari keluarga yang broken home atau berpisah. Sehingga tidak terurus dan tidak ada yang memperhatikan. Jadinya berkeliaran seperti itu,” ujarnya.

Fadholi menjelaskan, selama ini para anjal ataupun gepeng yang diamankan sempat mendapatkan pembinaan dari Satpol PP. Agar tidak mengulangi perbuatannya. Bagi yang masih punya keluarga, langsung diserahkan kepada keluarganya. Yang tidak punya keluarga, diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos).

“Pas dibina mereka berjanji bahwa tidak mengulangi. Tapi, ternyata masih diulangi. Cuma mayoritas memang warga luar Kota Pasuruan,” ujar Fadholi. (riz/rud)

 

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Anak jalanan (anjal) maupun gelandangan dan pengemis (gepeng), ternyata cukup banyak di Kota Pasuruan. Tercatat ada 43 anjal dan gepeng yang berhasil diamankan. Jumlah itu terhitung mulai Januari-Juli 2021.

Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Muhammad Nur Fadholi mengatakan, puluhan anjal dan gepeng itu diamankan dari sejumlah persimpangan di perkotaan. Seperti di Simpang Empat Gading, Simpang Empat Apotek, hingga Simpang Empat Kebonagung. Rata-rata mereka masih berusia pelajar dan punya keluarga.

Saat beroperasi di persimpangan, mereka selalu membawa gitar hingga kemoceng. Tujuannya, meminta-minta kepada pengendara yang melintas. Bahkan, ada sejumlah anjal yang lebih dari sekali diamankan Satpol PP. Usai dibina, masih kembali beroperasi. Alias tidak jera.

“Rata-rata memang anak dari keluarga yang broken home atau berpisah. Sehingga tidak terurus dan tidak ada yang memperhatikan. Jadinya berkeliaran seperti itu,” ujarnya.

Fadholi menjelaskan, selama ini para anjal ataupun gepeng yang diamankan sempat mendapatkan pembinaan dari Satpol PP. Agar tidak mengulangi perbuatannya. Bagi yang masih punya keluarga, langsung diserahkan kepada keluarganya. Yang tidak punya keluarga, diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos).

“Pas dibina mereka berjanji bahwa tidak mengulangi. Tapi, ternyata masih diulangi. Cuma mayoritas memang warga luar Kota Pasuruan,” ujar Fadholi. (riz/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/