alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Pakai Derek, Cagak ANIEM Dipasang Lagi

PASURUAN, Radar Bromo – Tiang listrik (cagak ANIEM) zaman Belanda itu akhirnya dipasang lagi. Tiang listrik yang sebelumnya ”dijual” kepada kolektor di Jogjakarta itu, berdiri lagi di tempat semula. Yaitu, di Jalan Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Panggungrejo.

Selasa (8/6), petugas pemasang mulai bersiap sekitar pukul 14.00. Mereka mengambil tiang besi tersebut dan langsung membawanya ke lokasi semula, dekat Warung Pecel Mbah Kromo.

Pemasangan berlangsung lama. Lokasi tiang harus dikeruk lebih dulu. Setelah itu, tiang dipasang dengan bantuan derek. Ada lima sampai tujuh orang petugas yang bekerja.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Pemkot Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, pemasangan dilakukan di tempat semula. Sebelumnya, dinasnya mengusulkan kepada wali kota untuk ditempatkan di taman kota. Ternyata, usul tersebut tidak diterima dan diarahkan untuk memasang di tempat awalnya.

Tiang Listrik Bersejarah yang Raib Ditemukan di Seorang Kolektor

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, ditaruh di tempat semula,” katanya.

Menurut Kokoh, yang memasang adalah pihak yang memindahkan tiang tersebut. Bukan pemkot. Pemasangan kembali objek diduga cagar budaya (ODCB) itu diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai sejarah ANIEM, perusahaan listrik Belanda.

Ketua Paguyuban Satrio Suropati Rachmad Tjahjono mengatakan, dengan dipasangnya kembali tiang listrik peninggalan Belanda itu, tugasnya sudah selesai. Dia hanya tidak ingin peninggalan sejarah hilang.

“Ini menjadi media bagi masyarakat untuk mengingat perusahaan listrik era kolonial,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tiang listrik peninggalan perusahaan Belanda, ANIEM, itu sempat raib. Kuat dugaan ada yang menjual kepada seorang kolektor di Jogjakarta. Pencinta sejarah pun menelusurinya. Kolektor itu kemudian mengembalikannya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Tiang listrik (cagak ANIEM) zaman Belanda itu akhirnya dipasang lagi. Tiang listrik yang sebelumnya ”dijual” kepada kolektor di Jogjakarta itu, berdiri lagi di tempat semula. Yaitu, di Jalan Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Panggungrejo.

Selasa (8/6), petugas pemasang mulai bersiap sekitar pukul 14.00. Mereka mengambil tiang besi tersebut dan langsung membawanya ke lokasi semula, dekat Warung Pecel Mbah Kromo.

Pemasangan berlangsung lama. Lokasi tiang harus dikeruk lebih dulu. Setelah itu, tiang dipasang dengan bantuan derek. Ada lima sampai tujuh orang petugas yang bekerja.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Pemkot Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, pemasangan dilakukan di tempat semula. Sebelumnya, dinasnya mengusulkan kepada wali kota untuk ditempatkan di taman kota. Ternyata, usul tersebut tidak diterima dan diarahkan untuk memasang di tempat awalnya.

Tiang Listrik Bersejarah yang Raib Ditemukan di Seorang Kolektor

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, ditaruh di tempat semula,” katanya.

Menurut Kokoh, yang memasang adalah pihak yang memindahkan tiang tersebut. Bukan pemkot. Pemasangan kembali objek diduga cagar budaya (ODCB) itu diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai sejarah ANIEM, perusahaan listrik Belanda.

Ketua Paguyuban Satrio Suropati Rachmad Tjahjono mengatakan, dengan dipasangnya kembali tiang listrik peninggalan Belanda itu, tugasnya sudah selesai. Dia hanya tidak ingin peninggalan sejarah hilang.

“Ini menjadi media bagi masyarakat untuk mengingat perusahaan listrik era kolonial,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tiang listrik peninggalan perusahaan Belanda, ANIEM, itu sempat raib. Kuat dugaan ada yang menjual kepada seorang kolektor di Jogjakarta. Pencinta sejarah pun menelusurinya. Kolektor itu kemudian mengembalikannya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/