alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Masih Ada yang Belum Tahu Umbulan Sudah Ditutup, Gantinya Ini

WINONGAN, Radar Bromo Penutupan Pemandian Umbulan lama masih mengundang penasaran. Selasa (8/6), seorang pengunjung asal Rejoso kecele karena tempat wisata itu sudah ditutup.

Fitri Asiah, 20, warga Rejoso, menduga penutupan Umbulan terkait pencegahan Covid-19. “Ya saya mendukung ditutup karena Covid. Apalagi di berita-berita kan banyak ya Covid,” katanya.

Namun, Fitri menyayangkan jika penutupan dilakukan total. Sebab, Umbulan sudah menjadi ikon. Airnya yang bersih dan dapat langsung diminum membuat orang tertarik.

LOKASI BARU: Umbulan Park menjadi pilihan wisatawan untuk berenang setelah pemandian lama ditutup. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ya sayang kalau ditutup. Ini biasanya kan sudah menjadi tempat pemandian umum. Ya bagaimana kalau ditutup,” katanya.

Hal senada dikatakan Intan, 22, warga Rejoso. Dia mengaku sangat sering ke Umbulan sejak kecil. Bersama keluarga, teman, dan sebagainya. Intan kecewa jika Umbulan ditutup total seterusnya.

”Walaupun ada gantinya, tidak akan seperti dulu lagi. Ini kan asli dari sumber ya,” katanya.

Di pihak lain, Kepala UPT Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pekalen di Pasuruan Novita Andrianie mengatakan, penutupan Umbulan dilakukan seiring dengan selesainya tempat pemandian baru. Lokasi baru itu sudah diserahkan kepada Pemkab Pasuruan untuk lokasi wisata.

Umbulan Ditutup untuk Umum, PKL Direlokasi

”Jadi, kolam utama tidak boleh dipakai mandi. Kalau mandi sudah disediakan lokasinya di Umbulan Park,” katanya.

Novita menambahkan, penutupan itu juga didasari hasil penelitian. Apa itu? Karena sering dipakai mandi secara bebas oleh masyarakat, pertumbuhan bakteri ecoli di dalam air tinggi. Itu berbahaya bila airnya langsung dikonsumsi. Selain itu, sebagian warga juga mencuci pakaian di pemandian. Akibatnya, sisa detergen masuk ke sana.

“Air ini kan dikonsumsi lima daerah. Jadi harus steril,” katanya. (sid/far)

WINONGAN, Radar Bromo Penutupan Pemandian Umbulan lama masih mengundang penasaran. Selasa (8/6), seorang pengunjung asal Rejoso kecele karena tempat wisata itu sudah ditutup.

Fitri Asiah, 20, warga Rejoso, menduga penutupan Umbulan terkait pencegahan Covid-19. “Ya saya mendukung ditutup karena Covid. Apalagi di berita-berita kan banyak ya Covid,” katanya.

Namun, Fitri menyayangkan jika penutupan dilakukan total. Sebab, Umbulan sudah menjadi ikon. Airnya yang bersih dan dapat langsung diminum membuat orang tertarik.

LOKASI BARU: Umbulan Park menjadi pilihan wisatawan untuk berenang setelah pemandian lama ditutup. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

”Ya sayang kalau ditutup. Ini biasanya kan sudah menjadi tempat pemandian umum. Ya bagaimana kalau ditutup,” katanya.

Hal senada dikatakan Intan, 22, warga Rejoso. Dia mengaku sangat sering ke Umbulan sejak kecil. Bersama keluarga, teman, dan sebagainya. Intan kecewa jika Umbulan ditutup total seterusnya.

”Walaupun ada gantinya, tidak akan seperti dulu lagi. Ini kan asli dari sumber ya,” katanya.

Di pihak lain, Kepala UPT Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Welang Pekalen di Pasuruan Novita Andrianie mengatakan, penutupan Umbulan dilakukan seiring dengan selesainya tempat pemandian baru. Lokasi baru itu sudah diserahkan kepada Pemkab Pasuruan untuk lokasi wisata.

Umbulan Ditutup untuk Umum, PKL Direlokasi

”Jadi, kolam utama tidak boleh dipakai mandi. Kalau mandi sudah disediakan lokasinya di Umbulan Park,” katanya.

Novita menambahkan, penutupan itu juga didasari hasil penelitian. Apa itu? Karena sering dipakai mandi secara bebas oleh masyarakat, pertumbuhan bakteri ecoli di dalam air tinggi. Itu berbahaya bila airnya langsung dikonsumsi. Selain itu, sebagian warga juga mencuci pakaian di pemandian. Akibatnya, sisa detergen masuk ke sana.

“Air ini kan dikonsumsi lima daerah. Jadi harus steril,” katanya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/