Temukan 109 Penderita TBC Baru Selama 4 Bulan di Tahun Ini

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Jumlah temuan penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Sepanjang 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menemukan 109 penderita baru. Tingginya temuan jumlah penderita TBC baru ini disebabkan adanya penularan dari penderita lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengungkapkan temuan TBC di Kota Pasuruan memang masih cukup tinggi. Sebab, pada 2020, Dinkes mencatat ada 109 penderita TBC baru. Angka itu tercatat sejak Januari-April.

Sementara tahun lalu, pihaknya menemukan 278 penderita TBC. Namun, dari angka 278, tidak ada penderita TBC yang sampai meninggal dunia.

Ia menjelaskan, adanya penemuan penderita TBC baru ini tidak terlepas oleh sejumlah faktor. Yaitu adanya penularan dari penderita lain, penjaringan yang semakin baik oleh kader kesehatan, dan promosi yang terus dilakukan oleh puskesmas dan Dinkes agar masyarakat langsung melapor jika ada yang terjangkit TBC.

“Memang temuannya cukup tinggi. Selain adanya penemuan juga tidak terlepas adanya faktor penularan oleh penderita TBC,” ungkapnya.

Shierly menjelaskan, penyakit TBC ini dapat menyebar melalui udara serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah. TBC dapat dikenali dengan sejumlah tanda di antaranya, batuk lebih dari dua minggu, berat badan turun 10 persen, sering berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, dan badan terasa lemah.

“Penyebabnya bisa bervariasi. Baik itu karena infeksi bakteri, daya tahan tubuh rendah, dan faktor lingkungan,”ungkapnya.

Menurutnya, penyakit ini dapat disembuhkan asalkan penderita berobat dengan teratur selama enam bulan. Pasalnya, jika penderita tidak teratur minum obat, maka tubuhnya bisa kebal dan penyembuhannya pun semakin lama. Akibat yang lebih buruk, jika tidak minum obat, maka penyakit ini bisa beresiko pada kematian.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes rutin melakukan sosialisasi untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Serta, bagi penderita menggunakan masker agar bakterinya tidak menular ke orang lain. Dinkes juga rutin melakukan pencarian kasus aktif.

“TBC memang dapat menyebabkan kematian, tapi penyakit ini dapat disembuhkan. Asalkan cepat melapor dan rutin minum obat,” pungkas Shierly. (riz/fun)