alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Tunjangan Kinerja di Pemkot Pasuruan Nunggak Lagi Gara-gara Sijaja Lemot

PASURUAN, Radar Bromo – Ribuan PNS Pemkot Pasuruan harus kembali bersabar. Sebab tunjangan kinerja (tukin) mereka telat dicairkan. Tunjangan yang mestinya diberikan Januari, baru cair awal pekan ini. Nah tunjangan Februari hingga Maret lagi-lagi harus nunggak.

Tunjangan selama dua itu belum bisa dicairkan lantaran terkendala laporan kinerja pegawai itu sendiri. Mereka kesulitan mengakses aplikasi Sijaja yang berfungsi merekap aktivitas harian dan target kinerja bulanan. Sebab banyak pegawai yang melaporkannya dengan cara dirapel.

Hal itu terjadi setelah tunjangan kinerja pada Januari dicairkan awal pekan ini. Baru setelah itu, para pegawai berbondong-bondong mengakses Sijaja. Agar laporan kinerjanya segera masuk dalam sistem. Karena itu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan besaran tunjangan mereka.

“Mulai kemarin susah diakses. Nggak bisa masuk ke aplikasinya,” kata seorang PNS berinisial KU.

Bahkan kondisi itu berlangsung di setiap waktu. Biasanya, bila memang akses aplikasi terkendala hanya terjadi di waktu-waktu kerja saja. MA misalnya, seorang PNS lainnya, mengaku sempat mengakses Sijaja dini hari. “Tapi tetap saja lemot,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, beberapa hari terakhir memang cukup banyak pengguna yang mengakses Sijaja dalam waktu yang sama. Sehingga hal itu yang kemudian mempengaruhi konektivitas pengguna secara keseluruhan.

“Bukan error atau down. Yang terjadi adalah bottle neck. Karena begitu banyak user yang mengakses dalam waktu bersamaan dan terus-menerus,” kata Kokoh.

PASURUAN, Radar Bromo – Ribuan PNS Pemkot Pasuruan harus kembali bersabar. Sebab tunjangan kinerja (tukin) mereka telat dicairkan. Tunjangan yang mestinya diberikan Januari, baru cair awal pekan ini. Nah tunjangan Februari hingga Maret lagi-lagi harus nunggak.

Tunjangan selama dua itu belum bisa dicairkan lantaran terkendala laporan kinerja pegawai itu sendiri. Mereka kesulitan mengakses aplikasi Sijaja yang berfungsi merekap aktivitas harian dan target kinerja bulanan. Sebab banyak pegawai yang melaporkannya dengan cara dirapel.

Hal itu terjadi setelah tunjangan kinerja pada Januari dicairkan awal pekan ini. Baru setelah itu, para pegawai berbondong-bondong mengakses Sijaja. Agar laporan kinerjanya segera masuk dalam sistem. Karena itu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan besaran tunjangan mereka.

“Mulai kemarin susah diakses. Nggak bisa masuk ke aplikasinya,” kata seorang PNS berinisial KU.

Bahkan kondisi itu berlangsung di setiap waktu. Biasanya, bila memang akses aplikasi terkendala hanya terjadi di waktu-waktu kerja saja. MA misalnya, seorang PNS lainnya, mengaku sempat mengakses Sijaja dini hari. “Tapi tetap saja lemot,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, beberapa hari terakhir memang cukup banyak pengguna yang mengakses Sijaja dalam waktu yang sama. Sehingga hal itu yang kemudian mempengaruhi konektivitas pengguna secara keseluruhan.

“Bukan error atau down. Yang terjadi adalah bottle neck. Karena begitu banyak user yang mengakses dalam waktu bersamaan dan terus-menerus,” kata Kokoh.

MOST READ

BERITA TERBARU

/