alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Mulai Realisasikan Konsep Wisata Halal Banyubiru, Ada Empat Item Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menggelontorkan anggaran hampir Rp 5 miliar untuk pengembangan Banyubiru menjadi wisata halal. Ada empat item yang bakal dibangun baru.

Dalam laman resmi lpse.pasuruankab.go.id, pembangunan kembali wisata Banyubiru disiapi pagu anggaran Rp 4.997.120.000. Ada berbagai pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan rancangan konsep baru.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Sumber Daya Air, Tata Ruang, dan Cipta Karya Kabupaten Pasuruan Hario Hartoko mengatakan, wisata Banyubiru di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, dibangun lagi. Pembangunan kali ini bertujuan mewujudkan konsep wisata halal.

Hario menyebutkan, tahun ini, empat item dibangun kembali. Ada pembangunan pintu utama, kios usaha kecil menengah (UKM), loket baru, dan tempat kuliner. “Sesuai dengan yang kami anggarkan ada empat item itu dibangun sekaligus,” ungkapnya.

Pembangunan pintu, misalnya, nanti akan ada pemisahan antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Begitu pula halnya tempat kuliner yang ada di dalam lokasi wisata. Akan ada pemisahan serupa. Antara pria dan wanita.

”Untuk menunjang wisata halal, ada rancangan gambar pemisahan,” tuturnya.

Bagaimana lokasi UKM? Bentuknya dibuat seperti los. Sehingga tidak ada pemisahan. Lokasinya berada di luar pemandian, tetapi di depan pintu masuk.

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menggelontorkan anggaran hampir Rp 5 miliar untuk pengembangan Banyubiru menjadi wisata halal. Ada empat item yang bakal dibangun baru.

Dalam laman resmi lpse.pasuruankab.go.id, pembangunan kembali wisata Banyubiru disiapi pagu anggaran Rp 4.997.120.000. Ada berbagai pekerjaan yang akan dilakukan sesuai dengan rancangan konsep baru.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Sumber Daya Air, Tata Ruang, dan Cipta Karya Kabupaten Pasuruan Hario Hartoko mengatakan, wisata Banyubiru di Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, dibangun lagi. Pembangunan kali ini bertujuan mewujudkan konsep wisata halal.

Hario menyebutkan, tahun ini, empat item dibangun kembali. Ada pembangunan pintu utama, kios usaha kecil menengah (UKM), loket baru, dan tempat kuliner. “Sesuai dengan yang kami anggarkan ada empat item itu dibangun sekaligus,” ungkapnya.

Pembangunan pintu, misalnya, nanti akan ada pemisahan antara pengunjung laki-laki dan perempuan. Begitu pula halnya tempat kuliner yang ada di dalam lokasi wisata. Akan ada pemisahan serupa. Antara pria dan wanita.

”Untuk menunjang wisata halal, ada rancangan gambar pemisahan,” tuturnya.

Bagaimana lokasi UKM? Bentuknya dibuat seperti los. Sehingga tidak ada pemisahan. Lokasinya berada di luar pemandian, tetapi di depan pintu masuk.

MOST READ

BERITA TERBARU

/