alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Banjir Pasuruan juga Rusak Rumah dan Jembatan, Kambing Pun Hanyut

PASURUAN, Radar Bromo- Banjir yang melanda Pasuruan sejak Selasa (8/3) malam, tidak hanya menyebabkan arus lalulintas di jalur pantura lumpuh. Banjir juga merusak infrastruktur dan rumah. Bahkan ada rumah yang rusak dan rata dengan tanah.

Rusaknya rumah itu terjadi di RT 02 RW 01 Dusun Suko, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek. Dari informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com di lokasi kejadian, ada sekitar lima rumah yang rusak. Satu di antaranya rusak parah bahkan tak bisa ditempati lagi karena rata dengan tanah.

Edi Waluyo, 42, Kepala Dusun Suko yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, banjir terjadi saat Sungai Welang meluap. Beruntung sebelum rumah rusak, Sebagian pemiliknya sudah dievakuasi lebih dahulu.

“Terparah rumah Pak Kamil. Orangnya sudah sepuh, kira-kira 70 tahun. Sebelum rumahnya rusak, Pak Kamil tidak ada di dalam rumah, dan Sebagian barang-barangnya sudah ada yang dievakuasi,” beber Waluyo.

 

KENCANG: Jalan raya Kraton saat masih tergeng banjir. Nampak air yang juga menimbulkan arus cukup kencang. (FOto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Banjir kali ini adalah yang terparah di 2022. Menurut Waluyo, warga sejatinya sudah terbiasa dengan banjir. Sebab itulah saat Sungai Welang meluap, warga pasti sudah bersiap-siap untuk mengamankan barang-barangnya.

Hanya saja Waluyo tak menyangka, banjir luapan Sungai Welang akan merusak rumah. Padahal di sekitar sungai sudah ada plengsengan yang tingginya sekitar 1,5 meter.

Banjir di Sukorejo juga membuat warga kehilangan hewan ternaknya. Sedikitnya ada kambing yang hanyut sebanyak tujuh ekor. Fauzi salah satu warga bahkan harus kehilangan 3 ekor kambingnya.

 

KENA ARUS: Jembatan gantung di Desa Sukorejo yang rusak. (Foto: Istimewa)

Banjir juga merusak jembatan gantung di Desa Sukorejo. Jembatan yang menghubungkan antardesa tersebut, rusak karena diterjang arus Sungai Welang. (ube/fun)

PASURUAN, Radar Bromo- Banjir yang melanda Pasuruan sejak Selasa (8/3) malam, tidak hanya menyebabkan arus lalulintas di jalur pantura lumpuh. Banjir juga merusak infrastruktur dan rumah. Bahkan ada rumah yang rusak dan rata dengan tanah.

Rusaknya rumah itu terjadi di RT 02 RW 01 Dusun Suko, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek. Dari informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com di lokasi kejadian, ada sekitar lima rumah yang rusak. Satu di antaranya rusak parah bahkan tak bisa ditempati lagi karena rata dengan tanah.

Edi Waluyo, 42, Kepala Dusun Suko yang ditemui di lokasi kejadian menyebutkan, banjir terjadi saat Sungai Welang meluap. Beruntung sebelum rumah rusak, Sebagian pemiliknya sudah dievakuasi lebih dahulu.

“Terparah rumah Pak Kamil. Orangnya sudah sepuh, kira-kira 70 tahun. Sebelum rumahnya rusak, Pak Kamil tidak ada di dalam rumah, dan Sebagian barang-barangnya sudah ada yang dievakuasi,” beber Waluyo.

 

KENCANG: Jalan raya Kraton saat masih tergeng banjir. Nampak air yang juga menimbulkan arus cukup kencang. (FOto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Banjir kali ini adalah yang terparah di 2022. Menurut Waluyo, warga sejatinya sudah terbiasa dengan banjir. Sebab itulah saat Sungai Welang meluap, warga pasti sudah bersiap-siap untuk mengamankan barang-barangnya.

Hanya saja Waluyo tak menyangka, banjir luapan Sungai Welang akan merusak rumah. Padahal di sekitar sungai sudah ada plengsengan yang tingginya sekitar 1,5 meter.

Banjir di Sukorejo juga membuat warga kehilangan hewan ternaknya. Sedikitnya ada kambing yang hanyut sebanyak tujuh ekor. Fauzi salah satu warga bahkan harus kehilangan 3 ekor kambingnya.

 

KENA ARUS: Jembatan gantung di Desa Sukorejo yang rusak. (Foto: Istimewa)

Banjir juga merusak jembatan gantung di Desa Sukorejo. Jembatan yang menghubungkan antardesa tersebut, rusak karena diterjang arus Sungai Welang. (ube/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/