alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Target Pengentasan Kawasan Kumuh di Kota Pasuruan Tahun Ini Berkurang

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan sejauh ini masih belum bisa bebas kawasan kumuh. Upaya mengentas kawasan kumuh pun dilakukan bertahap tiap tahunnya. Untuk tahun ini, ditargetkan bisa mengentas kawasan kumuh seluas 4 hektare (Ha).

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Pasuruan, sisa kawasan kumuh saat ini mencapai 27,99 hektare. Selama empat tahun terakhir, kawasan kumuh yang berhasil dientaskan mencapai 52,88 hektare.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Mafudi Djafar mengaku, terus berupaya mengurangi kawasan kumuh. Hal itu dilakukan setiap tahun.

Menurutnya, Pemkot sudah sangat serius dalam menangani kawasan kumuh. Tujuannya, supaya masyarakat bisa hidup secara lebih sehat dan bersih. “Tahun ini kami menargetkan ada sekitar 4 hektare lahan yang terbebas dari kategori kumuh,” ujarnya.

Target luasan itu, lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun lalu. Yakni, 5,86 hektare yang dinyatakan bebas kumuh. Menurut Uung, hal itu tak lepas dari pemenuhan sarana infrastruktur yang menunjang pengentasan kawasan kumuh.

“Ada beberapa infrastruktur yang harus dipenuhi untuk mengurangi luasan kawasan kumuh,” bebernya.

Antara lain, tersedianya akses jalan lingkungan, drainase, sanitasi, dan sejumlah infrastruktur lain. Uung lantas menjelaskan, semakin banyak sarana infrastruktur penunjang yang dibangun, maka pengentasan kawasan kumuh bakal lebih lekas selesai.

“Tentu saja infrastruktur itu juga harus tepat sasaran, yaitu di kawasan yang masuk kategori kumuh,” tandasnya. (tom/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan sejauh ini masih belum bisa bebas kawasan kumuh. Upaya mengentas kawasan kumuh pun dilakukan bertahap tiap tahunnya. Untuk tahun ini, ditargetkan bisa mengentas kawasan kumuh seluas 4 hektare (Ha).

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Pasuruan, sisa kawasan kumuh saat ini mencapai 27,99 hektare. Selama empat tahun terakhir, kawasan kumuh yang berhasil dientaskan mencapai 52,88 hektare.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Mafudi Djafar mengaku, terus berupaya mengurangi kawasan kumuh. Hal itu dilakukan setiap tahun.

Menurutnya, Pemkot sudah sangat serius dalam menangani kawasan kumuh. Tujuannya, supaya masyarakat bisa hidup secara lebih sehat dan bersih. “Tahun ini kami menargetkan ada sekitar 4 hektare lahan yang terbebas dari kategori kumuh,” ujarnya.

Target luasan itu, lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun lalu. Yakni, 5,86 hektare yang dinyatakan bebas kumuh. Menurut Uung, hal itu tak lepas dari pemenuhan sarana infrastruktur yang menunjang pengentasan kawasan kumuh.

“Ada beberapa infrastruktur yang harus dipenuhi untuk mengurangi luasan kawasan kumuh,” bebernya.

Antara lain, tersedianya akses jalan lingkungan, drainase, sanitasi, dan sejumlah infrastruktur lain. Uung lantas menjelaskan, semakin banyak sarana infrastruktur penunjang yang dibangun, maka pengentasan kawasan kumuh bakal lebih lekas selesai.

“Tentu saja infrastruktur itu juga harus tepat sasaran, yaitu di kawasan yang masuk kategori kumuh,” tandasnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/