alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Sempat Anjlok Akhir Tahun Lalu, Harga Kubis Kembali Naik

TOSARI, Radar Bromo-Petani kubis di Tosari, Kabupaten Pasuruan, di awal tahun ini bisa sedikit tersenyum. Penyebabnya, setelah akhir tahun lalu harga kubis anjlok, kini mulai merangkak naik. Per kilonya mencapai Rp 7 ribu.

Singgih, salah seorang petani kubis asal Tosari mengatakan, harga kubis alami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir. “Sudah naik. Tentunya kami sebagai pedagang bersyukur dengan kenaikan ini,” katanya.

Sebelumnya, akhir tahun lalu harga kubis anjlok cukup drastis. Bahkan, sampai tidak laku dan petani membiarkan kubisnya busuk di ladang. “Sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp 200 per kilonya. Karena itu, banyak petani yang memilih tidak memanen,” terang Singgih.

Di tingkatan pasar, harga kubis saat ini diperkirakan mencapai Rp 9- 10 ribu per kilonya. Pihaknya berharap harga ini akan bertahan sampai panen raya. “Kami sebagai petani berharap harganya terus bertahan. Sehingga, kami tidak terusan rugi seperti tahun lalu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Kamed, salah seorang petani lain. Menurutnya, penyebab tingginya harga kubis kali ini lantaran panenan yang sedikit. Sehingga, pasokan di pasaran menjadi berkurang. “Jadi pasokannya berkurang. Sedang permintaannya tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap harga terus stabil. Sehingga, petani tidak terus-terusan merugi. “Kami harapkan stabil. Masak mau hancur lagi harganya,” harapnya. (sid/mie)

 

TOSARI, Radar Bromo-Petani kubis di Tosari, Kabupaten Pasuruan, di awal tahun ini bisa sedikit tersenyum. Penyebabnya, setelah akhir tahun lalu harga kubis anjlok, kini mulai merangkak naik. Per kilonya mencapai Rp 7 ribu.

Singgih, salah seorang petani kubis asal Tosari mengatakan, harga kubis alami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir. “Sudah naik. Tentunya kami sebagai pedagang bersyukur dengan kenaikan ini,” katanya.

Sebelumnya, akhir tahun lalu harga kubis anjlok cukup drastis. Bahkan, sampai tidak laku dan petani membiarkan kubisnya busuk di ladang. “Sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp 200 per kilonya. Karena itu, banyak petani yang memilih tidak memanen,” terang Singgih.

Di tingkatan pasar, harga kubis saat ini diperkirakan mencapai Rp 9- 10 ribu per kilonya. Pihaknya berharap harga ini akan bertahan sampai panen raya. “Kami sebagai petani berharap harganya terus bertahan. Sehingga, kami tidak terusan rugi seperti tahun lalu,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Kamed, salah seorang petani lain. Menurutnya, penyebab tingginya harga kubis kali ini lantaran panenan yang sedikit. Sehingga, pasokan di pasaran menjadi berkurang. “Jadi pasokannya berkurang. Sedang permintaannya tinggi,” ungkapnya.

Ia juga berharap harga terus stabil. Sehingga, petani tidak terus-terusan merugi. “Kami harapkan stabil. Masak mau hancur lagi harganya,” harapnya. (sid/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/