alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Setahun, 129 Ajukan Pembatalan Haji di Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Sepanjang 2020 pengajuan pembatalan porsi haji di Kemenag Kabupaten Pasuruan mencapai 129. Pembatalan tersebut terjadi karena meninggal dan juga kepentingan yang lain.

Data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyebutkan, 129 CJH yang melakukan pembatalan itu dikarenakan sejumlah hal. Mayoritas lantaran yang bersangkutan meninggal dunia, ada juga karena keperluan keuangan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan Imron Muhadi mengatakan, pembatalan porsi haji itu lain dengan pelimpahan kepada ahli waris. “Itu hanya yang pembatalan saja. Bukan yang pelimpahan ke ahli waris,” katanya.

Tahun ini, porsi haji sudah bisa dialihkan ke ahli waris. Namun, pengajuan itu tetap memperhatikan tanggal kematian dari yang bersangkutan.

“Kalau yang bersangkutan (CJH) meninggal sebelum kebijakan yaitu sebelum Maret 2020, tidak bisa diajukan pergantian porsi untuk ahli waris,” terang Imron.

Imron menjelaskan, banyak ahli waris yang baru mengajukan pembatalan porsi haji ke Kemenag Kabupaten Pasuruan. Itu, jauh setelah yang bersangkutan meninggal dunia.

Sehingga, lewat keterangan surat kematian, baru bisa diajukan pembatalan porsi. “Jadi yang mengajukan ini pendaftar porsi haji sejak 2011 sampai 2020, jika yang bersangkutan meninggal sebelum Maret 2020, tidak bisa dialihkan porsinya ke ahli waris, namun hanya bisa dilakukan pembatalan,” terangnya.

Dari data itu, yang membatalkan karena meninggal dunia sekitar 71. Sedangkan sisanya, membatalkan dengan keterangan lain-lain. Ada yang karena butuh uang dan juga karena sakit berat.

Untuk pembatalan ini, yang bersangkutan atau ahli waris mendapatkan pengembalian sesuai setor haji ke perbankan, Rp 25 juta. Prosesnya sendiri kurang lebih 1-3 bulan cair, tergantung kelengkapan administrasinya. (sid/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Sepanjang 2020 pengajuan pembatalan porsi haji di Kemenag Kabupaten Pasuruan mencapai 129. Pembatalan tersebut terjadi karena meninggal dan juga kepentingan yang lain.

Data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan menyebutkan, 129 CJH yang melakukan pembatalan itu dikarenakan sejumlah hal. Mayoritas lantaran yang bersangkutan meninggal dunia, ada juga karena keperluan keuangan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan Imron Muhadi mengatakan, pembatalan porsi haji itu lain dengan pelimpahan kepada ahli waris. “Itu hanya yang pembatalan saja. Bukan yang pelimpahan ke ahli waris,” katanya.

Tahun ini, porsi haji sudah bisa dialihkan ke ahli waris. Namun, pengajuan itu tetap memperhatikan tanggal kematian dari yang bersangkutan.

“Kalau yang bersangkutan (CJH) meninggal sebelum kebijakan yaitu sebelum Maret 2020, tidak bisa diajukan pergantian porsi untuk ahli waris,” terang Imron.

Imron menjelaskan, banyak ahli waris yang baru mengajukan pembatalan porsi haji ke Kemenag Kabupaten Pasuruan. Itu, jauh setelah yang bersangkutan meninggal dunia.

Sehingga, lewat keterangan surat kematian, baru bisa diajukan pembatalan porsi. “Jadi yang mengajukan ini pendaftar porsi haji sejak 2011 sampai 2020, jika yang bersangkutan meninggal sebelum Maret 2020, tidak bisa dialihkan porsinya ke ahli waris, namun hanya bisa dilakukan pembatalan,” terangnya.

Dari data itu, yang membatalkan karena meninggal dunia sekitar 71. Sedangkan sisanya, membatalkan dengan keterangan lain-lain. Ada yang karena butuh uang dan juga karena sakit berat.

Untuk pembatalan ini, yang bersangkutan atau ahli waris mendapatkan pengembalian sesuai setor haji ke perbankan, Rp 25 juta. Prosesnya sendiri kurang lebih 1-3 bulan cair, tergantung kelengkapan administrasinya. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/