alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Realisasi Minim, Tak Naikkan Target Retribusi Subterminal Kota

GADINGREJO, Radar Bromo – Capaian retribusi subterminal yang tidak maksimal tahun lalu membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan tidak menaikkan targetnya tahun ini. Sepanjang 2020, realisasi target dari sektor ini hanya 33 persen.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Lucky Danardono mengungkapkan, tahun lalu retribusi subterminal hanya tercapai 33 persen atau Rp 3.719.000 dari target Rp 12.059.250. Kondisi ini membuat Dishub tidak menaikkan target dari sektor retribusi tersebut tahun ini. Sebab, diprediksi saat ini kondisinya tidak berubah dari tahun lalu.

“Kondisi ini terjadi karena kami tidak bisa memaksa MPU dan angkot membayar retribusi setiap hari. Sebab, mereka terdampak sepinya penumpang imbas dari ekonomi lesu dan sekolah belum berjalan normal,” ungkapnya.

Lucky merinci, target Rp 12.059.250 berasal dari Subterminal Kebonagung sebesar Rp 4.823.000. Lalu dari Subterminal Karangketug sebesar Rp 7.236.250.

Khusus Subterminal Karangketug, target ini berasal dari mobil penumpang umum (MPU) sebesar Rp 1.446.250. Sisanya dari angkot sebesar Rp 5.790.000.

Untuk tahun ini, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan potensi yang ada. Sebab, tahun lalu dua transportasi darat ini, baik MPU mapun angkot sama-sama kesulitan membayar retribusi.

“Kami realistis saja. Untuk tahun ini kami tetap berharap bisa maksimal. Semoga ekonomi segera pulih, sehingga terget retribusi dari sektor ini bisa tercapai,” sebut Lucky. (riz/hn/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Capaian retribusi subterminal yang tidak maksimal tahun lalu membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan tidak menaikkan targetnya tahun ini. Sepanjang 2020, realisasi target dari sektor ini hanya 33 persen.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Lucky Danardono mengungkapkan, tahun lalu retribusi subterminal hanya tercapai 33 persen atau Rp 3.719.000 dari target Rp 12.059.250. Kondisi ini membuat Dishub tidak menaikkan target dari sektor retribusi tersebut tahun ini. Sebab, diprediksi saat ini kondisinya tidak berubah dari tahun lalu.

“Kondisi ini terjadi karena kami tidak bisa memaksa MPU dan angkot membayar retribusi setiap hari. Sebab, mereka terdampak sepinya penumpang imbas dari ekonomi lesu dan sekolah belum berjalan normal,” ungkapnya.

Lucky merinci, target Rp 12.059.250 berasal dari Subterminal Kebonagung sebesar Rp 4.823.000. Lalu dari Subterminal Karangketug sebesar Rp 7.236.250.

Khusus Subterminal Karangketug, target ini berasal dari mobil penumpang umum (MPU) sebesar Rp 1.446.250. Sisanya dari angkot sebesar Rp 5.790.000.

Untuk tahun ini, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan potensi yang ada. Sebab, tahun lalu dua transportasi darat ini, baik MPU mapun angkot sama-sama kesulitan membayar retribusi.

“Kami realistis saja. Untuk tahun ini kami tetap berharap bisa maksimal. Semoga ekonomi segera pulih, sehingga terget retribusi dari sektor ini bisa tercapai,” sebut Lucky. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/