alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Kejar Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Utara Tahun Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU) menjadi salah satu proyek strategis yang dicanangkan Pemkot Pasuruan. Namun, hingga beberapa tahun pembebasan lahan untuk proyek itu belum tuntas.

Untuk itu, pemkot mengejar pembebasan lahan JLU. Diharapkan, pembebasan lahan bisa selesai tahun ini. Namun juga tetap menunggu penetapan lokasi (penlok) rampung.

“Kalau anggarannya sudah dialokasikan tahun ini, senilai Rp 50 miliar,” beber Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko.

Sejauh ini, pemkot sudah mengajukan penlok untuk JLU yang baru setelah melalui pembahasan dengan Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan. Selanjutnya, pemkot harus mengikuti pembahasan di Pemprov Jawa Timur.

Saat ini, Gustap mengaku tengah menunggu agenda pembahasan di Dinas Perizinan Jawa Timur. “Sudah kami koordinasikan dengan Pemprov Jatim dan sedang menunggu jadwal pembahasan disana,” tuturnya.

Apabila penlok JLU sudah turun, lanjut Gustap, pihaknya akan menggandeng konsultan appraisal untuk menafsir harga lahan yang perlu dibebaskan. Pihaknya berharap pembebasan lahan JLU bisa diselesaikan tahun ini.

Akan tetapi, jika pembebasan lahan molor bukan tidak mungkin akan dilanjutkan tahun depan. Konsekuensinya, Perda Dana Cadangan pun harus diperpanjang. Pasalnya masa berlaku Perda itu berakhir tahun ini. “Kalau 2021 ini belum klir tentunya akan diperpanjang,” pungkasnya. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan Jalur Lingkar Utara (JLU) menjadi salah satu proyek strategis yang dicanangkan Pemkot Pasuruan. Namun, hingga beberapa tahun pembebasan lahan untuk proyek itu belum tuntas.

Untuk itu, pemkot mengejar pembebasan lahan JLU. Diharapkan, pembebasan lahan bisa selesai tahun ini. Namun juga tetap menunggu penetapan lokasi (penlok) rampung.

“Kalau anggarannya sudah dialokasikan tahun ini, senilai Rp 50 miliar,” beber Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko.

Sejauh ini, pemkot sudah mengajukan penlok untuk JLU yang baru setelah melalui pembahasan dengan Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan. Selanjutnya, pemkot harus mengikuti pembahasan di Pemprov Jawa Timur.

Saat ini, Gustap mengaku tengah menunggu agenda pembahasan di Dinas Perizinan Jawa Timur. “Sudah kami koordinasikan dengan Pemprov Jatim dan sedang menunggu jadwal pembahasan disana,” tuturnya.

Apabila penlok JLU sudah turun, lanjut Gustap, pihaknya akan menggandeng konsultan appraisal untuk menafsir harga lahan yang perlu dibebaskan. Pihaknya berharap pembebasan lahan JLU bisa diselesaikan tahun ini.

Akan tetapi, jika pembebasan lahan molor bukan tidak mungkin akan dilanjutkan tahun depan. Konsekuensinya, Perda Dana Cadangan pun harus diperpanjang. Pasalnya masa berlaku Perda itu berakhir tahun ini. “Kalau 2021 ini belum klir tentunya akan diperpanjang,” pungkasnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/