Lintas Instansi Siap Siaga Hadapi Bencana, Semuanya Saling Sinergi

PERSIAPAN: Polres Pasuruan bersama sejumlah pihak terkait menggelar simulasi tanggap bencana tanah longsor dan puting beliung di Wana Wisata Kakek Bodo Prigen, Rabu (8/1) pagi. (Foto: Rizal Fahmi Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Memasuki musim hujan, sejumlah kecamatan wilayah timur Kabupaten Pasuruan telah dilanda bencana. Salah satunya bencana banjir. Rabu pagi (8/1), Polres Pasuruan menggelar simulasi tanggap bencana alam longsor dan puting beliung. Tujuannya, memastikan kesiapannya menghadapi bencana.

Simulasi digelar di wana wisata Air Terjun Kakek Bodo, Kecamatan Prigen. Kegiatan ini diikuti oleh personel TNI, BPBD, dan Tagana, serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Ada juga karang taruna, Banser, pelajar, dan masyarat umum.

Simulasi berlangsung sekitar 30 menit di bawah guyuran gerimis. Mereka memperagakan sejumlah adegan. Mulai awal terjadinya bencana tanah longsor dan puting beliung. Dilanjutkan dengan evakuasi para korban. Baik korban selamat, luka-luka, sampai korban yang meninggal dunia.

Para “korban” dibawa menggunakan ambulans menuju puskesmas terdekat. Sedangkan, warga yang selamat dievakuasi ke truk dan pikap, mereka dibawa ke posko yang di dalamnya terdapat dapur umum.

“Simulasi ini digelar untuk kesiapan anggota sekaligus sarprasnya dalam menghadapi bencana alam. Utamanya, antisipasi penanganan sebelum bencana, saat, dan setelah bencana. Tentunya, harus siap dan tahu akan tugas yang dilakukannya,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Karena kemarin simulasi ditempatkan di Prigen, simulasi disesuaikan tipikal daerah yang sering terjadi di dataran tinggi. Seperti, puting beliung dan tanah longsor.

Sekda Kabupaten Pasuruan Agus Sutiadji mendukung adanya simulasi ini. Ia memastikan, personel lintas OPD terkait, berikut sarana prasarana di lingkungan Pemkab, sudah siap. “Di lapangan untuk menghadapi bencana, kami tidak sendirian. Tapi, bersinergi aktif dengan TNI dan Polri, juga masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, Pemkab Pasuruan menetapkan status siaga bencana. Tepatnya mulai November 2019 hingga Maret 2020. (zal/rud/fun)