alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Anggaran Pemeliharaan PJU Kota Pasuruan Terserap Rp 400 Juta

GADINGREJO, Radar Bromo- Anggaran pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pasuruan, tahun ini dipastikan tak bertambah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan optimistis anggarannya mencukupi sampai akhir tahun. Terlebih sejauh ini serapannya baru 40 persen.

Kepala UPT PJU Dishub Kota Pasuruan Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran pemeliharaan PJU dari APBD 2021, Rp 1 miliar. Sejauh ini baru terpakai Rp 400 juta. Karenanya, pihaknya tidak mengajukan tambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2021.

“Anggaran yang ada saat ini lebih dari cukup. Serapannya belum mencapai separo sampai Oktober, sementara tahun anggaran 2021 kurang dari tiga bulan,” ujarnya.

Rendahnya serapan anggaran ini, kata Yusuf, karena pemakaian anggaran baru dilakukan sejak awal April. Sementara, triwulan pertama masih ikut pada anggaran pemeliharaan tahun 2020. Kondisi serupa akan dilakukan pada pemeliharaan tahun ini.

Sisa anggaran yang tidak terpakai sampai Desember, akan digunakan di triwulan tahun berikutnya. Hal ini dikarenakan anggaran biasanya baru turun pada triwulan kedua. Sementara, pemeliharaan PJU terus berjalan. Pemeliharaan biasanya digunakan untuk membeli komponen seperti lampu, baterai, hingga regulator.

“Memang setiap tahun selalu kami lebihkan dari perkiraan anggaran yang terpakai. Jadi, masih bisa digunakan untuk triwulan pertama tahun berikutnya. Mengingat pemeliharaan dibutuhkan. Pemeliharaan bergantung kondisi di lapangan,” ujar Yusuf. (riz/rud)

GADINGREJO, Radar Bromo- Anggaran pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU) di Kota Pasuruan, tahun ini dipastikan tak bertambah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan optimistis anggarannya mencukupi sampai akhir tahun. Terlebih sejauh ini serapannya baru 40 persen.

Kepala UPT PJU Dishub Kota Pasuruan Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran pemeliharaan PJU dari APBD 2021, Rp 1 miliar. Sejauh ini baru terpakai Rp 400 juta. Karenanya, pihaknya tidak mengajukan tambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2021.

“Anggaran yang ada saat ini lebih dari cukup. Serapannya belum mencapai separo sampai Oktober, sementara tahun anggaran 2021 kurang dari tiga bulan,” ujarnya.

Rendahnya serapan anggaran ini, kata Yusuf, karena pemakaian anggaran baru dilakukan sejak awal April. Sementara, triwulan pertama masih ikut pada anggaran pemeliharaan tahun 2020. Kondisi serupa akan dilakukan pada pemeliharaan tahun ini.

Sisa anggaran yang tidak terpakai sampai Desember, akan digunakan di triwulan tahun berikutnya. Hal ini dikarenakan anggaran biasanya baru turun pada triwulan kedua. Sementara, pemeliharaan PJU terus berjalan. Pemeliharaan biasanya digunakan untuk membeli komponen seperti lampu, baterai, hingga regulator.

“Memang setiap tahun selalu kami lebihkan dari perkiraan anggaran yang terpakai. Jadi, masih bisa digunakan untuk triwulan pertama tahun berikutnya. Mengingat pemeliharaan dibutuhkan. Pemeliharaan bergantung kondisi di lapangan,” ujar Yusuf. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/