alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

25 IKM Mebeler Dilatih untuk Manfaatkan Limbah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan terus berupaya mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Pasuruan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas produksi mebel melalui pelatihan.

Pelatihan ini diadakan Disperindag bagi 25 IKM Mebel di Kota Pasuruan dan dilaksanakan selama lima hari mulai senin (5/10) hingga Jumat (9/10). Narasumber berasal dari PT Propan Raya Surabaya. Pelatihan dengan memanfaatkan sisa limbah kayu mebel.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT Pasar pada Disperindag Kota Pasuruan, Ridho Wijaya mengungkapkan pelatihan menitikberatkan pada pemanfaatan sisa kayu mebel yang tidak terpakai. Kayu limbah ini dibentuk dan dijadikan hiasan dinding ataupun meja dan bentuk lainnya.

“Selain itu peserta juga diberikan tentang tata cara memberikan finishing yang bagus dengan menggunakan resin. Jadi hasil mebel yang mereka buat semakin baik,” ungkapnya.

Ridho menjelaskan selama ini IKM mebeler di Kota Pasuruan belum ada yang memanfaatkan sisa limbah kayu tidak terpakai ini. Mereka selama ini hanya terpaku pada penggunaan kayu yang baik untuk dijadikan sejumlah furnitur mulai dari almari, meja dan kursi dan lainnya. Pelatihan ini menggunakan alokasi anggaran dari APBD 2020 senilai Rp 100 juta.

“Harapan dari pelatihan ini pelaku IKM Mebel bisa tetap eksis dengan memanfaatkan kayu kayu yang terbuang. Jadi pemasaran mereka lebih luas,” jelas Ridho. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan terus berupaya mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Pasuruan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas produksi mebel melalui pelatihan.

Pelatihan ini diadakan Disperindag bagi 25 IKM Mebel di Kota Pasuruan dan dilaksanakan selama lima hari mulai senin (5/10) hingga Jumat (9/10). Narasumber berasal dari PT Propan Raya Surabaya. Pelatihan dengan memanfaatkan sisa limbah kayu mebel.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala UPT Pasar pada Disperindag Kota Pasuruan, Ridho Wijaya mengungkapkan pelatihan menitikberatkan pada pemanfaatan sisa kayu mebel yang tidak terpakai. Kayu limbah ini dibentuk dan dijadikan hiasan dinding ataupun meja dan bentuk lainnya.

“Selain itu peserta juga diberikan tentang tata cara memberikan finishing yang bagus dengan menggunakan resin. Jadi hasil mebel yang mereka buat semakin baik,” ungkapnya.

Ridho menjelaskan selama ini IKM mebeler di Kota Pasuruan belum ada yang memanfaatkan sisa limbah kayu tidak terpakai ini. Mereka selama ini hanya terpaku pada penggunaan kayu yang baik untuk dijadikan sejumlah furnitur mulai dari almari, meja dan kursi dan lainnya. Pelatihan ini menggunakan alokasi anggaran dari APBD 2020 senilai Rp 100 juta.

“Harapan dari pelatihan ini pelaku IKM Mebel bisa tetap eksis dengan memanfaatkan kayu kayu yang terbuang. Jadi pemasaran mereka lebih luas,” jelas Ridho. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/