alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Normalisasi Kali Petung sampai Pantai Diusulkan ke Provinsi

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Banjir akibat luapan Kali Petung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyatakan, telah mengusulkan normalisasi lanjutan sungai tersebut. Pengerukan dilakukan hingga ke pantai.

Gustap menjelaskan, normalisasi Kali Petung diharapkan bisa terus berlanjut. Pada 2021 ini, Dinas PUPR bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong-Pekalen telah melakukan normalisasi di tiga titik.

Masing-masing 100 meter di utara dekat Jembatan Buk Wedi, 100 meter di selatan dekat Jembatan Buk Wedi, serta 1.000 meter kibik dari arah jembatan ke selatan.

Normalisasi 100 meter di utara dan selatan dekat Jembatan Buk Wedi sudah rampung dilaksanakan pada Agustus lalu. Saat ini, pengerukan sekitar 1.000 meter kibik masih terus dilakukan BBWS.

Namun, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf berharap normalisasi Kali Petung bisa dilakukan menyeluruh. Karena itu, Dinas PUPR mengusulkan lanjutan normalisasi ke Pemprov Jatim. Panjangnya sekitar 7 kilometer ke utara hingga ke pantai.

”Kami ingin normalisasi Kali Petung tidak terbatas di tiga titik. Usulan sudah kami sampaikan melalui surat ke pemprov. Semoga saja dipenuhi,” ungkap Gustap.

Mengapa Kali Petung perlu dikeruk menyeluruh? Gustap menjelaskan, setiap musim hujan, air sungai sering meluap. Itu terjadi karena dasar sungai mengalami pendangkalan. Akibatnya, kawasan sekitar sungai sering banjir.

Tinggi air bervariasi. Antara 30 meter hingga 70 meter. Luapan Kali Petung ini biasanya menggenangi permukiman warga di Kelurahan Bakalan dan Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul.

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Banjir akibat luapan Kali Petung menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menyatakan, telah mengusulkan normalisasi lanjutan sungai tersebut. Pengerukan dilakukan hingga ke pantai.

Gustap menjelaskan, normalisasi Kali Petung diharapkan bisa terus berlanjut. Pada 2021 ini, Dinas PUPR bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong-Pekalen telah melakukan normalisasi di tiga titik.

Masing-masing 100 meter di utara dekat Jembatan Buk Wedi, 100 meter di selatan dekat Jembatan Buk Wedi, serta 1.000 meter kibik dari arah jembatan ke selatan.

Normalisasi 100 meter di utara dan selatan dekat Jembatan Buk Wedi sudah rampung dilaksanakan pada Agustus lalu. Saat ini, pengerukan sekitar 1.000 meter kibik masih terus dilakukan BBWS.

Namun, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf berharap normalisasi Kali Petung bisa dilakukan menyeluruh. Karena itu, Dinas PUPR mengusulkan lanjutan normalisasi ke Pemprov Jatim. Panjangnya sekitar 7 kilometer ke utara hingga ke pantai.

”Kami ingin normalisasi Kali Petung tidak terbatas di tiga titik. Usulan sudah kami sampaikan melalui surat ke pemprov. Semoga saja dipenuhi,” ungkap Gustap.

Mengapa Kali Petung perlu dikeruk menyeluruh? Gustap menjelaskan, setiap musim hujan, air sungai sering meluap. Itu terjadi karena dasar sungai mengalami pendangkalan. Akibatnya, kawasan sekitar sungai sering banjir.

Tinggi air bervariasi. Antara 30 meter hingga 70 meter. Luapan Kali Petung ini biasanya menggenangi permukiman warga di Kelurahan Bakalan dan Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul.

MOST READ

BERITA TERBARU

/