alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Kota Pasuruan Mulai Kekurangan Nakes, Buka Rekrutmen Baru

PASURUAN, Radar Bromo – Banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 mulai menggerogoti kekuatan tenaga kesehatan di Kota Pasuruan. Kota setempat mulai kekurangan tenaga kesehatan. Sementara tenaga kesehatan yang sehat pun kewalahan menangani pasien.

Saat ini, kota membutuhkan tenaga kesehatan tambahan untuk mempertahankan pelayanan kesehatan tetap maksimal. Pemkot Pasuruan bahkan membuka rekrutmen tenaga kesehatan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, saat ini tenaga kesehatan di kota sangat diperlukan. Sehingga bisa membantu pelayanan di RSUD maupun puskesmas yang ada di kota.

Karena itu, Pemkot membuat rekrutmen tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan itu selanjutnya akan bertugas mem-back up tenaga kesehatan yang ada sekarang. Baik itu dokter maupun perawat yang saat ini kewalahan menangani pasien Covid-19.

“Kota Pasuruan membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk bersama-sama membantu menangani pandemi yang saat ini terus meningkat,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan di RSUD saat ini jauh berkurang. Sehingga, tenaga kesehatan yang ada sangat kewalahan menangani pasien. “Mereka juga kelelahan,” ujarnya.

Karena itu, diperlukan tenaga baru yang bisa mem-backup kinerja para tenaga kesehatan. Tentu saja, tenaga kesehatan yang nantinya direkrut haruslah memenuhi kriteria. Misalnya, sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki komorbid, serta bersedia swab dan divaksin sebelum bertugas menjadi relawan.

“Kami sangat mengharapkan tenaga kesehatan tambahan yang nantinya bisa membantu penanganan Covid-19 agar segera menunjukkan perkembangan yang baik,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, tenaga kesehatan yang dibutuhkan yaitu dokter maupun perawat. Jumlahnya sebanyak 21 orang. “Untuk dokter dibutuhkan 4 orang. Selebihnya adalah perawat,” tandasnya. (tom/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 mulai menggerogoti kekuatan tenaga kesehatan di Kota Pasuruan. Kota setempat mulai kekurangan tenaga kesehatan. Sementara tenaga kesehatan yang sehat pun kewalahan menangani pasien.

Saat ini, kota membutuhkan tenaga kesehatan tambahan untuk mempertahankan pelayanan kesehatan tetap maksimal. Pemkot Pasuruan bahkan membuka rekrutmen tenaga kesehatan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, saat ini tenaga kesehatan di kota sangat diperlukan. Sehingga bisa membantu pelayanan di RSUD maupun puskesmas yang ada di kota.

Karena itu, Pemkot membuat rekrutmen tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan itu selanjutnya akan bertugas mem-back up tenaga kesehatan yang ada sekarang. Baik itu dokter maupun perawat yang saat ini kewalahan menangani pasien Covid-19.

“Kota Pasuruan membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk bersama-sama membantu menangani pandemi yang saat ini terus meningkat,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan di RSUD saat ini jauh berkurang. Sehingga, tenaga kesehatan yang ada sangat kewalahan menangani pasien. “Mereka juga kelelahan,” ujarnya.

Karena itu, diperlukan tenaga baru yang bisa mem-backup kinerja para tenaga kesehatan. Tentu saja, tenaga kesehatan yang nantinya direkrut haruslah memenuhi kriteria. Misalnya, sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki komorbid, serta bersedia swab dan divaksin sebelum bertugas menjadi relawan.

“Kami sangat mengharapkan tenaga kesehatan tambahan yang nantinya bisa membantu penanganan Covid-19 agar segera menunjukkan perkembangan yang baik,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena mengatakan, tenaga kesehatan yang dibutuhkan yaitu dokter maupun perawat. Jumlahnya sebanyak 21 orang. “Untuk dokter dibutuhkan 4 orang. Selebihnya adalah perawat,” tandasnya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/