alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Dorong Eksekutif Siapkan Progres New Normal untuk Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga

MENJELANG Tahun Ajaran Baru 2020/2021, Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan menyuarakan dorongan agar eksekutif segera menyiapkan kejelasan mengenai sistem pembelajaran di sekolah di tengah pandemi saat ini. Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan sudah beberapa kali memanggil perangkat daerah terkait dengan tatanan baru menjelang new normal untuk giat kepemudaan dan olahraga

Ketua komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengungkapkan, pihaknya menyoroti langkah eksekutif yang belum menyiapkan regulasi di sektor pendidikan, kepemudaan, dan olahraga. Giat kunjungan kerja yang dilaksanakan komisi I ke beberapa daerah seperti Semarang dan Kabupaten Karanganyar, menyimpulkan bahwa daerah lain sudah memiliki tutorial dan Surat Edaran untuk bidang pendidikan, giat pemuda dan olahraga.

“Kata kuncinya adalah keseriusan pemerintah daerah untuk bekerja. Di daerah lain yang kami kunjungi sudah menyiapkan tutorial dan surat edaran bagaimana nanti skema bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga,” ujar Sutirta.

KUNJUNGAN KERJA: Giat Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan melaksanakan beberapa kunjungan kerja dalam rangka meninjau daerah lain menghadapi pandemi dan kesiapan menjelang tatanan new normal. (Foto: Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Jika daerah lain bisa menyiapkan regulasi dan skema menjelang tatanan new normal, politisi Partai Golkar itu mengharapkan hal yang sama juga dimiliki oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Pihaknya pun menunggu inisiatif dari perangkat daerah terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada DPRD Kota Pasuruan, untuk dibahas bersama.

“Semestinya sambil menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat, yang di sini sudah punya persiapan. Baik itu menyangkut peserta didik dan tenaga pendidik. Bagaimana protkoler kesehatannya terutama untuk PAUD, TK, dan SD. Di daerah lain pun kegiatan olahraga dan kepemudaan sudah mulai berjalan. Yang kami inginkan adalah bagaimana mengembalikan giat masyarakat, tapi dengan protokoler yang jelas,” tegas Sutirta.

Ditambahkan anggota komisi 1 M. Mahfud Syafi’i, pihaknya menginginkan ada inisiatif dari Pemkot Pasuruan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Komisi I juga menyoroti kurangnya kepedulian yang dilakukan perangkat daerah untuk menyosialisasikan agar masyarakat tidak mengucilkan keluarga atau pasien yang positif Covid-19. Hal itu dikarenakan pihaknya menerima keluhan dari salah satu keluarga yang sempat dinyatakan positif Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh, tapi dikucilkan oleh warga sekitar tempat tinggalnya.

“Kami dari komisi I sudah mengunjungi warga yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 itu. Namun, yang menjadi masalah adalah tetangganya masih mengucilkan. Ini menandakan kurangnya sosialisasi dan gerak kelurahan untuk membantu sosialisasi bagaimana covid-19 itu menular dan sembuh,” terangnya.

Untuk menjawab dan menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat, komisi 1 DPRD pun masih terus melakukan hearing dengan perangkat daerah terkait. Termasuk melakukan monitoring langsung kesiapan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2020/2021. (lel/adv)

MENJELANG Tahun Ajaran Baru 2020/2021, Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan menyuarakan dorongan agar eksekutif segera menyiapkan kejelasan mengenai sistem pembelajaran di sekolah di tengah pandemi saat ini. Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan sudah beberapa kali memanggil perangkat daerah terkait dengan tatanan baru menjelang new normal untuk giat kepemudaan dan olahraga

Ketua komisi 1 DPRD Kota Pasuruan Sutirta mengungkapkan, pihaknya menyoroti langkah eksekutif yang belum menyiapkan regulasi di sektor pendidikan, kepemudaan, dan olahraga. Giat kunjungan kerja yang dilaksanakan komisi I ke beberapa daerah seperti Semarang dan Kabupaten Karanganyar, menyimpulkan bahwa daerah lain sudah memiliki tutorial dan Surat Edaran untuk bidang pendidikan, giat pemuda dan olahraga.

“Kata kuncinya adalah keseriusan pemerintah daerah untuk bekerja. Di daerah lain yang kami kunjungi sudah menyiapkan tutorial dan surat edaran bagaimana nanti skema bidang pendidikan, kepemudaan, dan olahraga,” ujar Sutirta.

KUNJUNGAN KERJA: Giat Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan melaksanakan beberapa kunjungan kerja dalam rangka meninjau daerah lain menghadapi pandemi dan kesiapan menjelang tatanan new normal. (Foto: Komisi 1 DPRD Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Jika daerah lain bisa menyiapkan regulasi dan skema menjelang tatanan new normal, politisi Partai Golkar itu mengharapkan hal yang sama juga dimiliki oleh Pemerintah Kota Pasuruan. Pihaknya pun menunggu inisiatif dari perangkat daerah terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada DPRD Kota Pasuruan, untuk dibahas bersama.

“Semestinya sambil menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat, yang di sini sudah punya persiapan. Baik itu menyangkut peserta didik dan tenaga pendidik. Bagaimana protkoler kesehatannya terutama untuk PAUD, TK, dan SD. Di daerah lain pun kegiatan olahraga dan kepemudaan sudah mulai berjalan. Yang kami inginkan adalah bagaimana mengembalikan giat masyarakat, tapi dengan protokoler yang jelas,” tegas Sutirta.

Ditambahkan anggota komisi 1 M. Mahfud Syafi’i, pihaknya menginginkan ada inisiatif dari Pemkot Pasuruan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Komisi I juga menyoroti kurangnya kepedulian yang dilakukan perangkat daerah untuk menyosialisasikan agar masyarakat tidak mengucilkan keluarga atau pasien yang positif Covid-19. Hal itu dikarenakan pihaknya menerima keluhan dari salah satu keluarga yang sempat dinyatakan positif Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh, tapi dikucilkan oleh warga sekitar tempat tinggalnya.

“Kami dari komisi I sudah mengunjungi warga yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 itu. Namun, yang menjadi masalah adalah tetangganya masih mengucilkan. Ini menandakan kurangnya sosialisasi dan gerak kelurahan untuk membantu sosialisasi bagaimana covid-19 itu menular dan sembuh,” terangnya.

Untuk menjawab dan menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat, komisi 1 DPRD pun masih terus melakukan hearing dengan perangkat daerah terkait. Termasuk melakukan monitoring langsung kesiapan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2020/2021. (lel/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/