alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Razia Narkoba di Penjara Pasuruan, Temukan Batu dan Cutter

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Ratusan tahanan dan narapidana sudah bersiap istirahat ketika petugas gabungan bergerak masuk ke sel mereka. Blok-blok penjara diperiksa. Para petugas menelisik barang-barang penghuni. Mungkin saja ada yang menyimpan narkoba. Hasilnya? Hanya ditemukan korek api, cutter, batu, dan ikat pinggang. Narkoba nihil.

Razia gabungan itu digeber pada Selasa malam (6/4). Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan, Lapas IIB Pasuruan, Polres Pasuruan Kota, dan Kodim 0819/Pasuruan turun ke blok-blok sel napi. Selama 1,5 jam. Sekitar pukul 19.30 sampai 21.00.

Mereka bergerak secara acak. Setidaknya empat blok jadi sasaran operasi. Barang penghuni dicermati. Tidak ditemukan narkoba di lokasi. Namun, petugas melakukan tes urine kepada para tahanan dan napi. Secara acak juga. Termasuk, petugas dan pegawai lapas. Semuanya juga dites urine. Hasilnya juga nihil.

Kalapas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto menjelaskan, razia gabungan tersebut merupakan perintah dari Kemenkum HAM. Tujuannya, memastikan lapas benar-benar bebas dari peredaran narkoba. Tes urine, misalnya. Total ada 39 napi dan tahanan dites. Dari empat blok yang berbeda. Ada juga sebelas pegawai. Tapi, tidak ada yang positif urinenya mengandung bahan-bahan adiktif.

Apa hasil razia gabungan? Petugas menemukan barang-barang berbaya. “Ada korek api, cutter, batu, dan ikat pinggang,” kata Yhoga. Barang-barang tersebut ditemukan di areal kamar. Ada pula di luar kamar. Semuanya langsung disita. Setelah dibuatkan berita acaranya, barang-barang itu dimusnahkan.

Kepala BNN Pasuruan AKBP Erlang Dwi Permata menyatakan sangat mengapresiasi hasil tes urine yang negatif. Itu menunjukkan jika lapas berhasil menekan peredaran narkotika di dalam lapas dan napi serta tahanan. Dia berharap lapas bisa terus membebaskan lingkungannya dari peredaran narkoba.

Polri bertugas memotong jaringan di luar. Adapun di dalam, lapas bertugas membina napi dan tahanan penghuninya. ”Jangan sampai mereka berkomunikasi dengan jaringan luar untuk memasukkan narkotika ke dalam,” tegas Erlang. (riz/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Ratusan tahanan dan narapidana sudah bersiap istirahat ketika petugas gabungan bergerak masuk ke sel mereka. Blok-blok penjara diperiksa. Para petugas menelisik barang-barang penghuni. Mungkin saja ada yang menyimpan narkoba. Hasilnya? Hanya ditemukan korek api, cutter, batu, dan ikat pinggang. Narkoba nihil.

Razia gabungan itu digeber pada Selasa malam (6/4). Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan, Lapas IIB Pasuruan, Polres Pasuruan Kota, dan Kodim 0819/Pasuruan turun ke blok-blok sel napi. Selama 1,5 jam. Sekitar pukul 19.30 sampai 21.00.

Mereka bergerak secara acak. Setidaknya empat blok jadi sasaran operasi. Barang penghuni dicermati. Tidak ditemukan narkoba di lokasi. Namun, petugas melakukan tes urine kepada para tahanan dan napi. Secara acak juga. Termasuk, petugas dan pegawai lapas. Semuanya juga dites urine. Hasilnya juga nihil.

Mobile_AP_Half Page

Kalapas IIB Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto menjelaskan, razia gabungan tersebut merupakan perintah dari Kemenkum HAM. Tujuannya, memastikan lapas benar-benar bebas dari peredaran narkoba. Tes urine, misalnya. Total ada 39 napi dan tahanan dites. Dari empat blok yang berbeda. Ada juga sebelas pegawai. Tapi, tidak ada yang positif urinenya mengandung bahan-bahan adiktif.

Apa hasil razia gabungan? Petugas menemukan barang-barang berbaya. “Ada korek api, cutter, batu, dan ikat pinggang,” kata Yhoga. Barang-barang tersebut ditemukan di areal kamar. Ada pula di luar kamar. Semuanya langsung disita. Setelah dibuatkan berita acaranya, barang-barang itu dimusnahkan.

Kepala BNN Pasuruan AKBP Erlang Dwi Permata menyatakan sangat mengapresiasi hasil tes urine yang negatif. Itu menunjukkan jika lapas berhasil menekan peredaran narkotika di dalam lapas dan napi serta tahanan. Dia berharap lapas bisa terus membebaskan lingkungannya dari peredaran narkoba.

Polri bertugas memotong jaringan di luar. Adapun di dalam, lapas bertugas membina napi dan tahanan penghuninya. ”Jangan sampai mereka berkomunikasi dengan jaringan luar untuk memasukkan narkotika ke dalam,” tegas Erlang. (riz/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2