alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Potensi Cuaca Ekstrem, Nelayan di Pasuruan Tetap Melaut

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo -Potensi cuaca buruk dalam sepekan ke depan tidak membuat nelayan Kota Pasuruan libur melaut. Mereka tetap melaut meski hasil tidak terlalu banyak.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengatakan, nelayan Kota Pasuruan tetap mencari ikan. Namun, tangkapan memang tidak banyak karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. ”Paling banyak cuma bawa pulang 2 ton. Padahal, kalau cuaca bagus, minimal bisa di atas 5 ton,” katanya.

Bahkan, lanjut Ihsan, ada nelayan yang cuma membawa pulang puluhan kilo tangkapan dari laut. Itu terjadi karena sering angin sangat kencang dan tidak menguntungkan nelayan.

Apa hasil laut nelayan? Ihsan menyebutkan, rata-rata adalah ikan bedai atau ikan kembung. Karena cukup melimpah di pasaran, ikan jenis itu dijual dengan harga normal. Rata-rata Rp 20 ribu per kilo. Di luar itu ada ikan jenis lemaren, namun jumlah tidak sebanyak ikan bedai.

“Sekarang ini lagi peralihan. Jadi kondisi ini bisa dimaklumi,” sebut Ihsan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengingatkan adanya cuaca ekstrem. Mungkin terjadi selama sepekan ke depan. Baik di kawasan daratan maupun perairan.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko menjelaskan, beberapa hari terakhir ada fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Kondisi itu memicu peningkatan pada awan hujan. Selain itu, ada dua bibit siklon tropis yang berembus di barat daya Sumatera dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

”Pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua bibit siklon tropis itu bergerak menjauhi Indonesia. Secara tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan,” paparnya.

Bibit siklon tropis ini juga berdampak pada peningkatan gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat Kota Pasuruan diharapkan waspada pada kemungkinan terjadinya banjir, angin kencang, dan petir.

BPBD meminta masyarakat agar mengurangi intensitas kegiatan di luar rumah kalau tidak penting. Termasuk nelayan. Harus waspada pada tinggi gelombang. Kalau cuaca di perairan ekstrem lebih baik tidak dipaksakan melaut karena bisa membahayakan keselamatan jiwa. ”Minimal selama sepekan ke depan,” tutur Catur. (riz/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo -Potensi cuaca buruk dalam sepekan ke depan tidak membuat nelayan Kota Pasuruan libur melaut. Mereka tetap melaut meski hasil tidak terlalu banyak.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengatakan, nelayan Kota Pasuruan tetap mencari ikan. Namun, tangkapan memang tidak banyak karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. ”Paling banyak cuma bawa pulang 2 ton. Padahal, kalau cuaca bagus, minimal bisa di atas 5 ton,” katanya.

Bahkan, lanjut Ihsan, ada nelayan yang cuma membawa pulang puluhan kilo tangkapan dari laut. Itu terjadi karena sering angin sangat kencang dan tidak menguntungkan nelayan.

Mobile_AP_Half Page

Apa hasil laut nelayan? Ihsan menyebutkan, rata-rata adalah ikan bedai atau ikan kembung. Karena cukup melimpah di pasaran, ikan jenis itu dijual dengan harga normal. Rata-rata Rp 20 ribu per kilo. Di luar itu ada ikan jenis lemaren, namun jumlah tidak sebanyak ikan bedai.

“Sekarang ini lagi peralihan. Jadi kondisi ini bisa dimaklumi,” sebut Ihsan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mengingatkan adanya cuaca ekstrem. Mungkin terjadi selama sepekan ke depan. Baik di kawasan daratan maupun perairan.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko menjelaskan, beberapa hari terakhir ada fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Kondisi itu memicu peningkatan pada awan hujan. Selain itu, ada dua bibit siklon tropis yang berembus di barat daya Sumatera dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

”Pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dua bibit siklon tropis itu bergerak menjauhi Indonesia. Secara tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan,” paparnya.

Bibit siklon tropis ini juga berdampak pada peningkatan gelombang di perairan. Karena itu, masyarakat Kota Pasuruan diharapkan waspada pada kemungkinan terjadinya banjir, angin kencang, dan petir.

BPBD meminta masyarakat agar mengurangi intensitas kegiatan di luar rumah kalau tidak penting. Termasuk nelayan. Harus waspada pada tinggi gelombang. Kalau cuaca di perairan ekstrem lebih baik tidak dipaksakan melaut karena bisa membahayakan keselamatan jiwa. ”Minimal selama sepekan ke depan,” tutur Catur. (riz/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2