alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

KPM di Kota Pasuruan Naik Jadi 16.906

PASURUAN, Radar Bromo – Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang dinanti-nanti masyarakat Kota Pasuruan akhirnya cair. Bahkan, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan sosial tersebut semakin banyak. Pemerintah pusat menambah hampir 3 ribu KPM tahun ini.

Pada 2021, KPM di Kota Pasuruan sebanyak 14.255. Sedangkan data terbaru saat ini, mencapai 16.906. Artinya, ada tambahan hampir 3 ribu KPM.

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko mengatakan, pemerintah pusat memang secara kontinyu memperbarui data penerima bantuan tersebut. Tidak heran bila ada penambahan jumlah KPM yang mendapat bantuan.

“Saat ini sudah mulai penyaluran untuk periode Januari hingga Maret,” katanya.

Setiap KPM tetap dijatah bantuan uang tunai Rp 200 ribu per bulan. Setiap KPM menerima uang tunai Rp 600 ribu, lantaran diakumulasikan untuk bantuan selama tiga bulan.

Angka tersebut dinaikkan setelah pandemi Covid-19 merebak. Bahkan, hingga saat ini besaran bantuan tersebut tidak berubah demi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kali ini penyaluran bantuan dilakukan melalui Kantor Pos. Tujuannya mempercepat penyaluran bantuan agar segera sampai ke masing-masing penerima manfaat,” katanya.

Hingga saat ini, bantuan yang sudah tersalur di Kota Pasuruan mencapai 95 persen. Dengan kata lain, sudah ada 16.208 KPM yang menerima bantuan tersebut. Sisanya, 698 KPM belum menerima dan masih dalam proses penyaluran.

PASURUAN, Radar Bromo – Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang dinanti-nanti masyarakat Kota Pasuruan akhirnya cair. Bahkan, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan sosial tersebut semakin banyak. Pemerintah pusat menambah hampir 3 ribu KPM tahun ini.

Pada 2021, KPM di Kota Pasuruan sebanyak 14.255. Sedangkan data terbaru saat ini, mencapai 16.906. Artinya, ada tambahan hampir 3 ribu KPM.

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko mengatakan, pemerintah pusat memang secara kontinyu memperbarui data penerima bantuan tersebut. Tidak heran bila ada penambahan jumlah KPM yang mendapat bantuan.

“Saat ini sudah mulai penyaluran untuk periode Januari hingga Maret,” katanya.

Setiap KPM tetap dijatah bantuan uang tunai Rp 200 ribu per bulan. Setiap KPM menerima uang tunai Rp 600 ribu, lantaran diakumulasikan untuk bantuan selama tiga bulan.

Angka tersebut dinaikkan setelah pandemi Covid-19 merebak. Bahkan, hingga saat ini besaran bantuan tersebut tidak berubah demi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kali ini penyaluran bantuan dilakukan melalui Kantor Pos. Tujuannya mempercepat penyaluran bantuan agar segera sampai ke masing-masing penerima manfaat,” katanya.

Hingga saat ini, bantuan yang sudah tersalur di Kota Pasuruan mencapai 95 persen. Dengan kata lain, sudah ada 16.208 KPM yang menerima bantuan tersebut. Sisanya, 698 KPM belum menerima dan masih dalam proses penyaluran.

MOST READ

BERITA TERBARU

/