alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dishub Sebut Kepadatan Simpang Empat Kebonagung Berkurang

PURWOREJO, Radar Bromo – Kepadatan yang kerap terjadi di Simpang empat Kebonagung, Kota Pasuruan dinilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan semakin berkurang. Dishub menyebut rekayasa lalu lintas (lalin) yang dilakukan setahun terakhir berjalan dengan baik.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rekayasa lalin di Simpang Kebonagung sejak tahun lalu. Rekayasa ini dengan mengatur traffic light (TL) setempat.

Andri –sapaannya- menjelaskan, awalnya ada empat fase yang diberlakukan di simpang empat Kebonagung. Yakni, setiap TL menyala secara bergantian. Sehingga, pengendara dari arah utara yang hendak ke barat dan selatan atau sebaliknya harus melaju secara bergantian.

Begitupula dari arah selatan yang hendak ke utara atau sebaliknya harus bergantian. Namun, saat ini empat fase nyala TL ini diubah menjadi dua fase saja. Yaitu TL di sisi timur dan barat menyala hijau secara bersamaan, maka TL di sisi selatan dan utara berwarna merah secara bersamaan.

“Rekayasa ini sudah berjalan setahun terakhir. Dan sampai saat ini masih dilakukan. Awalnya memang untuk mengurai kemacetan di simpang empat Kebonagung yang terkenal padat,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi selama setahun ini, Dishub menilai rekayasa ini berjalan efektif. Meski lalu lintas masih padat, namun kemacetan bisa sedikit terurai. Sehingga, kemacetan saat TL berwarna merah tidak terlalu panjang.

Menurutnya, rekayasa ini tetap akan dilanjutkan. Sebab, meskipun banyak kendaraan besar yang memilih lewat tol, namun volume kendaraan tiap tahun terus meningkat. Upaya ini diharapkan bisa menjadi solusi agar pengendara tidak terlalu lama terjebak kemacetan saat melintas di simpang empat Kebonagung.

“Kami sendiri berharap agar simpang empat ini bisa segera dilebarkan. Terutama yang menuju ke arah barat, di sini ruas jalan sempit tapi lalin cukup padat setiap harinya karena dekat exit tol Bukir,” pungkasnya. (riz/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Kepadatan yang kerap terjadi di Simpang empat Kebonagung, Kota Pasuruan dinilai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan semakin berkurang. Dishub menyebut rekayasa lalu lintas (lalin) yang dilakukan setahun terakhir berjalan dengan baik.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rekayasa lalin di Simpang Kebonagung sejak tahun lalu. Rekayasa ini dengan mengatur traffic light (TL) setempat.

Andri –sapaannya- menjelaskan, awalnya ada empat fase yang diberlakukan di simpang empat Kebonagung. Yakni, setiap TL menyala secara bergantian. Sehingga, pengendara dari arah utara yang hendak ke barat dan selatan atau sebaliknya harus melaju secara bergantian.

Begitupula dari arah selatan yang hendak ke utara atau sebaliknya harus bergantian. Namun, saat ini empat fase nyala TL ini diubah menjadi dua fase saja. Yaitu TL di sisi timur dan barat menyala hijau secara bersamaan, maka TL di sisi selatan dan utara berwarna merah secara bersamaan.

“Rekayasa ini sudah berjalan setahun terakhir. Dan sampai saat ini masih dilakukan. Awalnya memang untuk mengurai kemacetan di simpang empat Kebonagung yang terkenal padat,” ungkapnya.

Dari hasil evaluasi selama setahun ini, Dishub menilai rekayasa ini berjalan efektif. Meski lalu lintas masih padat, namun kemacetan bisa sedikit terurai. Sehingga, kemacetan saat TL berwarna merah tidak terlalu panjang.

Menurutnya, rekayasa ini tetap akan dilanjutkan. Sebab, meskipun banyak kendaraan besar yang memilih lewat tol, namun volume kendaraan tiap tahun terus meningkat. Upaya ini diharapkan bisa menjadi solusi agar pengendara tidak terlalu lama terjebak kemacetan saat melintas di simpang empat Kebonagung.

“Kami sendiri berharap agar simpang empat ini bisa segera dilebarkan. Terutama yang menuju ke arah barat, di sini ruas jalan sempit tapi lalin cukup padat setiap harinya karena dekat exit tol Bukir,” pungkasnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/