alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Begini Kondisi Jalan Desa Sekarputih usai Diterjang Banjir

GONDANG WETAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menerjunkan satu alat berat untuk membersihkan lumpur tebal yang menutup jalanan Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan. Kamis (7/1), pembersihan jalan desa itu diteruskan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penanganan pascabanjir terus dilakukan Pemkab Pasuruan di sejumlah titik banjir. Di Desa Sekarputih, alat berat diturunkan untuk membersihkan lumpur tebal yang menutup akses utama jalan desa.

PENUH LUMPUR: Jalan ini sebelumnya penuh lumpur usai diterjang banjir Selasa dan Rabu lalu. (Foto Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Alat berat itu mulai diturunkan Rabu (6/1). Pembersihan lumpur pun dilakukan sejak Rabu dan dilanjutkan Kamis (7/1). Pembersihan dilakukan sejak pertigaan yang merupakan perbatasan Desa Bajangan–Desa Sekarputih. Jalan pun sempat ditutup untuk memudahkan proses pembersihan.

Arif, salah seorang warga setempat mengatakan, pembersihan dilakukan untuk mengeruk lumpur. Bukan hanya di perbatasan dengan Desa Bajangan, pembersihan lumpur juga dilakukan sejak perbatasan dengan Desa Sekargadung.

Infrastruktur-Rumah Rusak usai Banjir-Hujan di Pasuruan, Apa Saja?

“Kami minta bantuan alat berat. Sebab, dengan cara manual warga kurang maksimal membersihkan lumpur dengan tinggi 20 sentimeter itu,” katanya.

Pihaknya berharap jalan tersebut segera bisa dilalui. Sehingga, aktivitas warga bisa kembali normal. “Tentunya segera bisa dilalui,” tandasnya.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, dampak banjir yang menerjang seluruh dusun di Desa Sekarputih membuat sejumlah fasilitas umum terganggu. Mulai jalan yang ditutupi lumpur sisa banjir, pagar makam rusak, hingga dua rumah ambrol temboknya.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan mendatangkan alat berat. Ditambah truk untuk membersihkan sisa-sisa lumpur di jalan. Sebab, jalan desa tersebut adalah akses utama untuk beraktivitas warga.

“Rabu lalu, sudah kami datangkan alat berat. karena hujan, pembersihan sempat dihentikan. Dan hari ini kami lanjutkan pembersihan,” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga terus mendata kecamatan dan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Di Sekarputih misalnya, seluruh dusun kebanjiran dan 800 KK terdampak.

“Saat ini data sudah mendekati valid. Namun, untuk kerugian kami tidak bisa menghitung sendiri. Itu nanti dinas teknis yang menghitung. Dan kami belum ada laporan itu,” katanya.

BPBD sendiri mencatat, Kecamatan Gondang Wetan ada sejumlah desa terdampak. Di Desa Sekarputih, 800 rumah terendam, 2 rumah rusak, dan 400 meter jalan rusak. Di Desa Ranggeh, sebanyak 70 rumah terendam dan di Desa Bajangan ada 250 rumah terendam.

Untuk Kecamatan Pasrepan di Desa Pohgading, 195 rumah terendam dan di Desa Jogorepoh ada 20 rumah terendam. Selanjutnya, di Kecamatan Rejoso yaitu di Desa Karangpandan ada 350 rumah terendam dan di Desa Manikrejo 20 rumah terendam. Lalu di Kecamatan Grati, ada 262 rumah terendam di Desa Kedawung Kulon.

Untuk Kecamatan Gempol, dampak banjir cukup banyak. Yaitu 500 rumah terendam di Desa Legok 500, ratusan meter jalan rusak di Desa Jerukpurut, tembok kantor desa ambrol di Desa Wonosari. Kemudian, tembok eks bangunan pabrik ambrol di Desa Kepulungan, plengsengan di 2 dusun dan dapur rumah warga rusak di Desa Wonosunyo.

Banjir sendiri terjadi Selasa (5/1) di lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Banjir terjadi setelah hujan lebat turun. Namun banjir hanya terjadi selama 5 jam. (sid/hn/fun)

GONDANG WETAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menerjunkan satu alat berat untuk membersihkan lumpur tebal yang menutup jalanan Desa Sekarputih, Kecamatan Gondang Wetan. Kamis (7/1), pembersihan jalan desa itu diteruskan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, penanganan pascabanjir terus dilakukan Pemkab Pasuruan di sejumlah titik banjir. Di Desa Sekarputih, alat berat diturunkan untuk membersihkan lumpur tebal yang menutup akses utama jalan desa.

PENUH LUMPUR: Jalan ini sebelumnya penuh lumpur usai diterjang banjir Selasa dan Rabu lalu. (Foto Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Alat berat itu mulai diturunkan Rabu (6/1). Pembersihan lumpur pun dilakukan sejak Rabu dan dilanjutkan Kamis (7/1). Pembersihan dilakukan sejak pertigaan yang merupakan perbatasan Desa Bajangan–Desa Sekarputih. Jalan pun sempat ditutup untuk memudahkan proses pembersihan.

Arif, salah seorang warga setempat mengatakan, pembersihan dilakukan untuk mengeruk lumpur. Bukan hanya di perbatasan dengan Desa Bajangan, pembersihan lumpur juga dilakukan sejak perbatasan dengan Desa Sekargadung.

Infrastruktur-Rumah Rusak usai Banjir-Hujan di Pasuruan, Apa Saja?

“Kami minta bantuan alat berat. Sebab, dengan cara manual warga kurang maksimal membersihkan lumpur dengan tinggi 20 sentimeter itu,” katanya.

Pihaknya berharap jalan tersebut segera bisa dilalui. Sehingga, aktivitas warga bisa kembali normal. “Tentunya segera bisa dilalui,” tandasnya.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, dampak banjir yang menerjang seluruh dusun di Desa Sekarputih membuat sejumlah fasilitas umum terganggu. Mulai jalan yang ditutupi lumpur sisa banjir, pagar makam rusak, hingga dua rumah ambrol temboknya.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas PU Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan mendatangkan alat berat. Ditambah truk untuk membersihkan sisa-sisa lumpur di jalan. Sebab, jalan desa tersebut adalah akses utama untuk beraktivitas warga.

“Rabu lalu, sudah kami datangkan alat berat. karena hujan, pembersihan sempat dihentikan. Dan hari ini kami lanjutkan pembersihan,” katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga terus mendata kecamatan dan kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir. Di Sekarputih misalnya, seluruh dusun kebanjiran dan 800 KK terdampak.

“Saat ini data sudah mendekati valid. Namun, untuk kerugian kami tidak bisa menghitung sendiri. Itu nanti dinas teknis yang menghitung. Dan kami belum ada laporan itu,” katanya.

BPBD sendiri mencatat, Kecamatan Gondang Wetan ada sejumlah desa terdampak. Di Desa Sekarputih, 800 rumah terendam, 2 rumah rusak, dan 400 meter jalan rusak. Di Desa Ranggeh, sebanyak 70 rumah terendam dan di Desa Bajangan ada 250 rumah terendam.

Untuk Kecamatan Pasrepan di Desa Pohgading, 195 rumah terendam dan di Desa Jogorepoh ada 20 rumah terendam. Selanjutnya, di Kecamatan Rejoso yaitu di Desa Karangpandan ada 350 rumah terendam dan di Desa Manikrejo 20 rumah terendam. Lalu di Kecamatan Grati, ada 262 rumah terendam di Desa Kedawung Kulon.

Untuk Kecamatan Gempol, dampak banjir cukup banyak. Yaitu 500 rumah terendam di Desa Legok 500, ratusan meter jalan rusak di Desa Jerukpurut, tembok kantor desa ambrol di Desa Wonosari. Kemudian, tembok eks bangunan pabrik ambrol di Desa Kepulungan, plengsengan di 2 dusun dan dapur rumah warga rusak di Desa Wonosunyo.

Banjir sendiri terjadi Selasa (5/1) di lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Banjir terjadi setelah hujan lebat turun. Namun banjir hanya terjadi selama 5 jam. (sid/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/