alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Banyak Lubang di Jalur Warungdowo–Sidogiri setelah Hujan

PASURUAN, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir tidak hanya mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Tetapi juga membuat sejumlah ruas jalan rusak akibar tergerus air.

Salah satunya di jalan raya Warungdowo-Sidogiri. Di sini, konstruksi jalan aspal yang sebelumnya bagus kini retak-retak dan mengelupas. Sepanjang jalur itu juga terdapat lubang yang cukup dalam.

Setelah hujan, lubang-lubang jalan pun digenangi air. Sehingga, lubang pun tak terlihat.

Agar tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang melintas, lubang-lubang jalan itu pun dipasangi tanda oleh warga. Seperti ditanami pohon pisang.

Ukuran lubang jalan beragam. Dengan lebar antara setengah meter sampai satu meter. Dan dalamnya antara 3 hingga 8 sentimeter.

Nurul Huda, salah seorang pengendara yang melintas mengatakan, ia harus hati-hati melewati jalur itu. Sebab, jalan yang berlubang tertutup air setelah hujan.

Infrastruktur-Rumah Rusak usai Banjir-Hujan di Pasuruan, Apa Saja?

“Apalagi kalau malam, tambah nggak kelihatan. Jadi harus pintar-pintar pilih jalan,” katanya.

Nurul mengaku, ia beberapa kali lewat jalur itu. Sebelumnya, jalan yang rusak tidak separah sekarang. Kerusakan hanya sedikit di beberapa titik.

“Setelah hujan kerusakan tambah parah. Ini kayaknya karena tergerus air. Sebelumnya bagus,” terangnya.

Saifuddin, warga Warungdowo yang melintas di jalan itu pun berharap jalan segera ditambal. Sebab, jalur Warungdowo-Sidogiri selama ini selalu ramai. Jalan tersebut, merupakan jalan utama penghubung Kecamatan Pohjentrek dan Kecamatan Kraton.

“Kami berharap segera diperbaiki. Jangan sampai ada yang jatuh karena dampak jalan berlubang,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung mengatakan, tahun ini pihaknya telah merencanakan perbaikan jalan dengan cara tambal sulam. Jalur Warungdowo-Sidogiri masuk dalam rencana tersebut.

“Iya, itu sudah masuk dalam perencanaan pemeliharaan rutin nantinya. Karena untuk peningkatan jalan anggarannya mengalami pengurangan untuk antisipasi pandemi Covid saat ini,” katanya.

Namun, Hanung belum bisa menyebutkan besarnya anggaran perbaikan. “Anggaran masih proses. Saya belum bisa utarakan karena mengalami banyak penyesuaian,” tandasnya. (sid/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir tidak hanya mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Tetapi juga membuat sejumlah ruas jalan rusak akibar tergerus air.

Salah satunya di jalan raya Warungdowo-Sidogiri. Di sini, konstruksi jalan aspal yang sebelumnya bagus kini retak-retak dan mengelupas. Sepanjang jalur itu juga terdapat lubang yang cukup dalam.

Setelah hujan, lubang-lubang jalan pun digenangi air. Sehingga, lubang pun tak terlihat.

Agar tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang melintas, lubang-lubang jalan itu pun dipasangi tanda oleh warga. Seperti ditanami pohon pisang.

Ukuran lubang jalan beragam. Dengan lebar antara setengah meter sampai satu meter. Dan dalamnya antara 3 hingga 8 sentimeter.

Nurul Huda, salah seorang pengendara yang melintas mengatakan, ia harus hati-hati melewati jalur itu. Sebab, jalan yang berlubang tertutup air setelah hujan.

Infrastruktur-Rumah Rusak usai Banjir-Hujan di Pasuruan, Apa Saja?

“Apalagi kalau malam, tambah nggak kelihatan. Jadi harus pintar-pintar pilih jalan,” katanya.

Nurul mengaku, ia beberapa kali lewat jalur itu. Sebelumnya, jalan yang rusak tidak separah sekarang. Kerusakan hanya sedikit di beberapa titik.

“Setelah hujan kerusakan tambah parah. Ini kayaknya karena tergerus air. Sebelumnya bagus,” terangnya.

Saifuddin, warga Warungdowo yang melintas di jalan itu pun berharap jalan segera ditambal. Sebab, jalur Warungdowo-Sidogiri selama ini selalu ramai. Jalan tersebut, merupakan jalan utama penghubung Kecamatan Pohjentrek dan Kecamatan Kraton.

“Kami berharap segera diperbaiki. Jangan sampai ada yang jatuh karena dampak jalan berlubang,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung mengatakan, tahun ini pihaknya telah merencanakan perbaikan jalan dengan cara tambal sulam. Jalur Warungdowo-Sidogiri masuk dalam rencana tersebut.

“Iya, itu sudah masuk dalam perencanaan pemeliharaan rutin nantinya. Karena untuk peningkatan jalan anggarannya mengalami pengurangan untuk antisipasi pandemi Covid saat ini,” katanya.

Namun, Hanung belum bisa menyebutkan besarnya anggaran perbaikan. “Anggaran masih proses. Saya belum bisa utarakan karena mengalami banyak penyesuaian,” tandasnya. (sid/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/