Sungai Meluap, Tangkapan Kupang Menurun Tapi Harga Naik

SEORANG ibu dibantu putrinya mencuci kupang beras hasil tangkapan suaminya di sungai Welang, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Minggu (5/1) siang. Bagi para nelayan kupang setempat, hasil tangkapan saat musim hujan mengalami penurunan. Dalam sehari, mereka hanya bisa mendapatkan tangkapan kupang paling banyak 4 karung sak. Berbeda ketika musim kemarau, mereka bisa membawa pulang hingga 6 sampai 8 sak. Itu, disebabkan karena musim hujan menyebabkan arus sungai deras oleh banjir.

Banjir sungai menyebabkan air menjadi keruh dan berlumpur. Lumpur kemudian terbawa arus hingga mengendap dan menimbun habitat kupang di muara laut, tempat para nelayan ini mencari kupang. Akibatnya, mereka kesulitan menangkapnya lantaran habitat kupang tertimbun endapan lumpur. Namun, para nelayan kupang masih diuntungkan oleh kenaikan harga saat minim tangkapan. Saat ini per kilogram jenis kupang beras yang sudah matang, umumnya dijual Rp 20 ribuan, kini naik menjai Rp 25 hingga 30 ribuan. (ube/fun)