Hanya 220 Agen Bantuan Pangan Non Tunai Punya Mesin EDC

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pasuruan terdata sebanyak 280 agen. Kendati banyak, belum semua memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC). Sehingga, masih ada agen yang pinjam agen lain untuk penyaluran BPNT.

Dian Puspawati, kabid Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mengatakan, setelah peralihan dari beras sejahtera (rastra) menjadi BPNT di pertengahan 2018 lalu, penyaluran bantuan resmi menggunakan kartu untuk ditukar ke agen. “Dari kartu ini terdata kuota Rp 110 ribu per bulan dan bisa ditukarkan dengan beras dan telur ke agen BPNT,” terangnya.

Sejak peralihan tersebut, pusat terus menambah jumlah agen di daerah. Termasuk di Kabupaten Pasuruan, tercatat sampai akhir Desember lalu sudah ada sebanyak 280 agen BPNT. Sayangnya, dari agen yang terdata memang tidak semua agen BPNT memiliki mesin EDC.

“Mesin EDC ini fungsinya untuk membaca kartu BPNT. Termasuk dari penukaran bisa digesek dari mesin ini untuk pengambilannya,” terangnya.

Karena jumlahnya memang masih terbatas, agen lain mau tidak mau memang harus meminjam EDC di agen lain yang terdekat. Hal ini memang membuat penyaluran di daerah kurang bisa maksimal.

Dinsos sudah melaporkan hal tersebut ke pusat terkait masih kurangnya mesin EDC di daerah. Diharapkan memang tahun 2020 ini selain terus menambah jumlah agen BPNT di daerah. Kuota EDC juga disiapkan di tiap agen BPNT yang ada. Sampai akhir tahun lalu, jumlah penerima BPNT di Kabupaten Pasuruan mencapai 87.295 penerima. (eka/fun)