Berhasil Lahirkan 27.943 Ekor Sapi dari Inseminasi Buatan

BANGIL, Radar Bromo – Sepanjang 2019, di Kabupaten Pasuruan tercatat ada 27.943 sapi ternak yang melahirkan. Jumlah ini lebih banyak dari hasil inseminasi buatan (IB) tahun 2018. Saat itu hanya sekitar 21 ribu yang berhasil melahirkan.

Kabid Produksi Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan Ari Widodo mengatakan, pemerintah menggalakkan dan berusaha memperbanyak populasi sapi. Salah satunya melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Melalui program ini diharapkan populasi sapi bisa bertambah, sehingga ada swasembada daging. “Dari suntik IB, kami data lagi sapi ternak yang berhasil bunting dan berhasil melahirkan,” ujarnya.

Tidak semua sapi betina yang disuntik IB berhasil bunting. Dari catatan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, pada 2019 tingkat keberhasilan kebuntingan mencapai 72 persen. Dari sapi yang bunting itu, tingkat keberhasilan untuk melahirkan mencapai 80 persen.

Menurut Ari, tingkat kelahiran hanya 80 persen karena berbagai faktor. Salah satunya karena sapi keguguran, sehingga tidak sampai melahirkan. Sapi yang lahir pada 2019 sebagian hasil suntik IB pada 2018 dan pada awal 2019. “Karena proses bunting untuk sapi membutuhkan waktu 9 bulan, sehingga yang lahir pada semester pertama 2019 hasil suntik dari pertengahan tahun lalu,” ujarnya.

Sepanjang 2019, jumlah sapi betina yang berhasil melahirkan dari program IB mencapai 27.943 ekor. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 21 ribu. “Untuk tahun 2018 lalu jumlahnya cenderung kecil karena tahun itu tidak semua peternak melaporkan jika ada sapi yang berhasil lahir dari program IB. Tahun kemarin pendataan lebih kami intensifkan,” ujarnya.

Sedangkan, suntik IB tahun 2019 mulai pertengahan tahun diprediksi baru akan lahir pada tahun ini. Dipastikan dari program IB ini akan menambah populasi sapi ternak, baik yang dari kebuntingan normal ataupun kebuntingan dengan program inseminasi. (eka/rud/fun)